Saham Indonesia Lebih Rendah Pada Saat Penutupan Perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan Turun 0,29%

Bonus Welcome Deposit FBS

Saham Indonesia lebih rendah setelah penutupan pada hari Senin, karena kerugian di sektor Pertambangan, Perdagangan dan Finansial menyebabkan saham lebih rendah. Pada penutupan di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,29%.

Pelaku terbaik sesi di Indeks Harga Saham Gabungan adalah Limas Indonesia Makmur Tbk (JK: LMAS), yang naik 15,25% atau 9 poin menjadi diperdagangkan pada level 68 di akhir tahun. Sementara itu, Centratama Telekomunikasi Ind (JK: CENT) menambah 14,00% atau 14 poin menjadi berakhir di 114 dan Radana Bhaskara Finance Tbk (JK: HDFA) naik 12,75% atau 26 poin menjadi 230 pada akhir perdagangan.

Pelaku terburuk adalah Ancora Indonesia Resources Tbk (JK: OKAS), yang turun 25,00% atau 150 poin menjadi diperdagangkan di posisi 450 pada penutupan. Panasia Indo Resources Tbk (JK: HDTX) turun 17,17% atau 68 poin berakhir pada 328 dan Indo Kordsa Tbk (JK: BRAM) turun 16,44% atau 925 poin menjadi 4700.

Jatuh saham melebihi jumlah yang meningkat di Bursa Efek Jakarta sebesar 204 menjadi 122 dan 118 berakhir tidak berubah.

Baca Juga:   Saham Taiwan Lebih Tinggi Pada Penutupan Perdagangan, Taiwan Weighted Naik 0,09%

Saham Indo Kordsa Tbk (JK: BRAM) turun ke level terendah 52 minggu; kehilangan 16.44% atau 925 sampai 4700.

Minyak mentah untuk pengiriman November tidak berubah 0,00% atau 0,00 menjadi $ 50,66 per barel. Di tempat lain dalam perdagangan komoditas, minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 0,74% atau 0,42 menjadi US $ 56,84 per barel, sementara kontrak Gold Futures Desember naik 0,13% atau 1,69 menjadi diperdagangkan pada $ 1299,19 per troy ounce.

USD / IDR naik 0,22% menjadi 13322,5, sementara AUD / IDR naik 0,86% menjadi 10673.50. Indeks berjangka Dolar Amerika Serikat naik 0,33% pada level 92,25.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply