Sentimen Atas GBP Tetap Buruk Meski Data Ekonomi Lampaui Ekspektasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melanjutkan pelemahannya terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Rabu ini (5/September), meskipun data PMI Jasa Inggris menunjukkan peningkatan kinerja. Menjelang pembukaan sesi New York, kurs GBP/USD merosot 0.20 persen ke 1.2830, sementara EUR/GBP melonjak 0.23 persen ke 0.9028. Dengan ini, Cable telah menurun lima hari beruntun.

Sentimen Atas GBP Tetap Buruk Meski Data Ekonomi Lampaui Ekspektasi

Lembaga IHS Markit mengumumkan bahwa aktivitas sektor jasa di Inggris terakselerasi pada bulan Agustus. Purchasing Managers’ Index untuk sektor ini meningkat dari 53.5 ke 54.3, melampaui ekspektasi yang dipatok pada 53.9.

Pertumbuhan di sektor ekonomi utama Inggris tersebut mengimbangi kelesuan sektor manufaktur dan konstruksi yang berturut-turut menjadi pusat perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, data terkait diperkirakan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Inggris agar tetap mencapai laju 0.4 persen pada kuartal ketiga tahun 2018.

Meski demikian, kabar baik di bidang ekonomi gagal mendongkrak Poundsterling yang diseret jatuh oleh isu Brexit. Optimisme bisnis anjlok ke level terendah dalam lima bulan terakhir, karena besarnya ketidakpastian dalam negosiasi antara Uni Eropa dan Inggris terkait masalah tersebut.

Baca Juga:   Dolar AS Tumbang Akibat Data CPI yang Mengecewakan

Chris Williamson, pimpinan ekonom bisnis di IHS Markit, mengungkapkan, “Ekspektasi bisnis untuk setahun ke depan menurun signifikan, turun dalam ketiga sektor ke level terendah sejak referendum Uni Eropa, merefleksikan peningkatan kegelisahan mengenai negosiasi Brexit.”

Sementara itu, Dolar AS masih terus menerus dicari pelaku pasar di tengah pekatnya ketidakpastian ekonomi global lantaran perang dagang dan krisis di Argentina. Pelarian dana investasi dari negara-negara berkembang masuk ke Greenback, sehingga mendorong penguatannya terhadap mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi.

Dalam beberapa hari ke depan hingga akhir pekan, tak ada data yang akan dirilis dari Inggris. Oleh karenanya, pergerakan Poundsterling akan kembali didikte oleh komentar-komentar para pejabat mengenai Brexit serta data-data ekonomi Amerika Serikat. Apalagi, akan dirilis ADP Nonfarm Employment Change (Kamis, 19:15 WIB) dan Non-farm Payroll (Jumat, 19:30 WIB) yang dikenal berdampak besar di pasar forex. Keduanya diekspektasikan menunjukkan performa moderat. Namun, apabila data aktual melampaui ekspektasi, maka dapat menjadi alasan baru bagi Dolar AS untuk reli.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply