Sentimen Bearish Masih Dominasi Dolar Australia

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia sempat melonjak terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Asia hari Selasa ini (4/September), tetapi berbalik anjlok pada sesi Eropa. Saat berita ditulis, pasangan mata uang AUD/USD telah merosot 0.42 persen ke 0.7182, meskipun AUD/NZD masih tercatat naik 0.30 persen ke 1.0960.

Sentimen Bearish Masih Dominasi Dolar Australia

Fluktuasi Aussie yang sangat tinggi diakibatkan oleh pergeseran pandangan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) sebagaimana diungkapkannya dalam pernyataan pasca rapat kebijakan tadi pagi. Dalam pernyataannya yang dikutip luas oleh media, walaupun tak merubah suku bunga, tetapi RBA menyinggung sedikit mengenai nilai tukar mata uangnya.

Selama 25 kali rapat kebijakan antara April 2016 hingga Juni 2018, RBA menggunakan kalimat “apreasiasi nilai tukar dapat (atau akan) menjadi hasil yang diekspektasikan di tengah perlambatan aktivitas ekonomi dan inflasi yang lebih buruk dari perkiraan saat ini.”

Kalimat tersebut diubah pasca rapat kebijakan bulan Juli lalu menjadi, “Dolar Australia masih berada di kisaran tempatnya berada dalam lebih dari dua tahun ini (saat dihitung) dengan dasar pembobotan perdagangan.”

Baca Juga:   Euro Stabil Seiring Pasar Menunggu Tanda-Tanda Stabilisasi Dalam PMI

Pernyataan RBA tersebut berubah lagi hari ini. Bank sentral tersebut mengonfirmasi bahwa Dolar Australia “telah terdepresiasi terhadap Dolar AS dan mayoritas mata uang lainnya.”

Pengakuan RBA ini sontak direspon dengan aksi beli AUD oleh pelaku pasar, karena kekhawatiran bahwa bank sentral nantinya akan mengambil tindakan untuk mengintervensi dan mencegah pelemahan lebih lanjut. Akan tetapi, penilaian tersebut agaknya terlalu prematur, karena kemudian pelaku pasar kembali mendorong AUD/USD menurun setelah memasuki sesi Eropa.

Salah satu lembaga keuangan terbesar di kawasan Antipodean, ANZ Bank, juga mempertahankan proyeksi bearish-nya atas Dolar Australia dan Dolar New Zealand. ANZ Bank memperkirakan kedua mata uang akan tetap bearish selama tahun 2018, dan kemungkinan berlanjut pula pada tahun 2019.

Kondisi ekonomi global merupakan salah satu penentu kekuatan Aussie dan Kiwi, karena korelasinya yang sangat erat dengan sentimen risiko investor dan performa ekonomi Tiongkok. Patut untuk diketahui, Tiongkok merupakan pasar ekspor utama bagi Australia dan New Zealand, sehingga perlambatan ekonomi di negeri Tirai Bambu belakangan ini akibat perang dagang dengan AS, dapat berimbas pada keduanya.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 23/07/2018 - INTER DELTA CATAT PENJUALAN BERSIH Rp36,31 MILIAR HINGGA JUNI 2018

“Likuiditas sudah sangat ketat, sentimen terhadap aset-aset AS sudah (sangat tinggi) hingga nyaris euforia, dan volatilitas rendah; pembalikan dari faktor-faktor ini takkan mendukung mata uang yang sesitif terhadap minat risiko,” ungkap Daniel Been, pimpinan pakar strategi forex di ANZ, Sydney. Lanjutnya juga, “Bagi AUD dan NZD, berita yang lebih bagus tentang Tiongkok telah nyaris sepenuhnya diperhitungkan, sehingga sepanjang sisa tahun ini kami tetap bearish pada keduanya.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply