Sentimen Ekonomi Memburuk, Euro Melemah Lagi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro merosot sekitar 0.22 persen ke kisaran 1.220 terhadap Dolar AS dalam perdagangan awal sesi New York hari Kamis ini (28/3), setelah data sentimen ekonomi Zona Euro dirilis lebih buruk daripada ekspektasi awal. Laporan European Commission tersebut mengindikasikan kalau prospek yang makin suram di sektor jasa dan manufaktur bisa jadi mengakibatkan laju pertumbuhan lebih lesu pada kuartal pertama tahun ini.

Euro Melemah Lagi

European Commission melaporkan bahwa indeks sentimen ekonomi di 19 negara anggotanya telah menurun dari 106.2 menjadi 105.5 pada bulan Maret. Padahal, hasil polling Reuters sebelumnya menunjukkan kalau para ekonom hanya memperkirakan penurunan ke level 105.9.

“Penurunan ini…menunjukkan bahwa keyakinan bisnis terus menurun dan bahwa awal mula pemulihan pertumbuhan belum benar-benar terjadi hingga sekarang. Karenanya, GDP kuartal pertama kemungkinan bakal mengecewakan lagi,” kata Bert Colijn, seorang ekonom ING, kepada Reuters.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa indeks iklim bisnis jatuh dari 0.69 ke 0.53 dalam periode yang sama, meleset dari ekspektasi yang dipatok pada 0.66. Minat bisnis di sektor industri dan jasa Zona Euro pun mengalami penurunan yang lebih buruk dibandingkan perkiraan awal. Indikator sektor industri turun dari -0.4 menjadi -1.7, sedangkan sektor jasa turun dari 12.1 menjadi 11.3.

Baca Juga:   USD / CAD Tergelincir Lebih Rendah Setelah Data AS, Menjelang Keputusan Fed

“Fakta bahwa sentimen (untuk sektor) jasa menurun, merupakan masalah serius,” kata Rosie Colthorpe, asisten ekonom di Oxford Economics, “Hal ini kemungkinan merefleksikan fakta bahwa kekhawatiran di sektor manufaktur yang berfokus (ke pasar) eksternal sudah mulai menular ke perekonomian domestik. Secara keseluruhan, sentimen yang terus menerus lemah mengakibatkan risiko meleset bagi forecast GDP kawasan Euro…”

Menyusul laporan ini, Euro melemah terhadap Dolar AS dan Yen Jepang. Meski demikian, Euro tetap unggul versus Poundsterling yang masih dibekuk oleh ketidakpastian brexit dan drama politik domestik.

Tarik ulur masalah brexit terus berlanjut lantaran kegagalan parlemen Inggris untuk menyepakati suatu alternatif baru yang dapat menggantikan draft EU Withdrawal Agreement yang telah dua kali ditolak. Berikutnya, Inggris hanya memiliki waktu hingga tanggal 12 April untuk memutuskan apakah akan memilih keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun, atau menunda brexit hingga suatu waktu yang belum ditentukan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply