Sentimen Konsumen Di AS Jatuh Ke Level Terendah Tahun Ini

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada pertengahan sesi New York hari ini (16/8), University of Michigan melaporkan bahwa hasil survei bulan Agustus 2019 menunjukkan sentimen konsumen di negeri Paman Sam mengalami penurunan cukup signifikan. Indeks sentimen konsumen jatuh dari 98.4 menjadi 92.1. Skor tersebut lebih rendah dibandingkan estimasi yang dipatok pada 97.2, sekaligus merupakan rekor terburuk sejak awal tahun 2019.

Sentimen Konsumen Di AS Jatuh Ke Level Terendah Tahun Ini

Menurut laporan UoM, penurunan sentimen konsumen AS nampak dalam semua komponen indeks. Ekspektasi konsumen tumbang dari 90.5 menjadi 82.3, sementara penilaian responden mengenai kondisi ekonomi terkini juga memburuk dari 110.7 menjadi 107.4.

“Kebijakan moneter dan perdagangan telah meningkatkan ketidakpastian bagi konsumen -belum meningkatkan pesimisme- tentang prospek keuangan mereka di masa depan,” kata Richard Curtin, pimpinan ekonom yang mengadakan survei konsumen di University of Michigan. Lanjutnya, “Konsumen beraksi secara kuat terhadap rencana kenaikan tarif impor untuk produk China pada bulan September, secara spontan disebut oleh 33% dari keseluruhan konsumen (responden) pada (survei) awal Agustus, hanya sedikit di bawah puncak terakhir pada 37%.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 06/09/2019 - JOKOWI INGIN DUKUNG PENGEMBANGAN OTOMOTIF NASIONAL ESEMKA

Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan kenaikan tarif bagi sebagian produk asal China, termasuk konsol game, ponsel, laptop, dan barang konsumsi populer lainnya. Trump menunda kenaikan tarif hingga tanggal 15 Desember dengan alasan agar tak menganggu minat belanja masyarakat menjelang musim liburan.

“Walaupun pengumuman penundaan hingga Natal menunda dampak negatif (kenaikan tarif) bagi harga konsumen, hal itu masih meningkatkan kekhawatiran mengenai masa depan kenaikan harga-harga,” kata Curtin, “Pesan utamanya bagi konsumen sejak pemangkasan suku bunga pertama kalinya dalam satu dekade (yang dilakukan oleh Federal Reserve bulan lalu -red) adalah untuk meningkatkan kewaspadaan mengenai kemungkinan terjadinya resesi.”

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau memangkas setengah kenaikan hariannya dan bertengger pada level 98.20, sekitar satu jam setelah berita ditulis. Akan tetapi, kemerosotan yang sangat drastis kemungkinan tidak akan dialami oleh Greenback menjelang penutupan pasar pekan ini, karena sejumlah laporan dari sektor konsumsi lain tetap positif. Pada hari Kamis, data penjualan ritel AS untuk bulan Juli 2019 dirilis solid, sedangkan laporan keuangan Walmart untuk kuartal II/2019 kembali melampaui ekspektasi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply