Sterling Abaikan Kabar Terpilihnya Boris Johnson Jadi PM Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling bertahan di teritori negatif versus sebagian mata uang mayor, meskipun pemilihan Ketua Partai Konservatif Inggris telah berakhir. Analis menilai kemungkinan terpilihnya Boris Johnson untuk menggantikan Theresa May sebagai Ketua Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Inggris telah diperhitungkan oleh pelaku pasar. Saat berita ditulis, GBP/USD masih tertekan di kisaran 1.2444, sementara GBP/JPY melemah sekitar 0.1 persen ke level 134.46.

Sterling Abaikan Kabar Terpilihnya Boris Johnson Jadi PM Inggris

Pada awal perdagangan sesi Eropa, GBP/USD sempat terperosok hingga kisaran 1.2418. Posisi Sterling malah menanjak naik tipis pasca pengumuman kemenangan Johnson, meskipun ia diperkirakan akan terlibat dalam konfrontasi versus Uni Eropa dalam perundingan brexit. Analis memperkirakan ini merupakan konsekuensi dari aksi “jual rumor, beli fakta” atau karena pelaku pasar memang sudah memperkirakan kemenangan Johnson.

“Pembeli masuk dalam level-level ini, (sebuah) reaksi jual rumor, beli fakta,” kata Viraj Patel dari Arkera, “Kemenangan 2:1 untuk Boris tidak sebesar yang diperkirakan pada awal kontes kepemimpinan partai Konservatif ini. (Artinya) PM Johson perlu mengingat (masa kepemimpinan) May, dan ia harus (menyediakan kebijakan) lebih menarik bagi rata-rata anggota partai Konservatif ketimbang proyeksi sebelumnya.”

Baca Juga:   Yen Memegang Lemah Setelah Menit BoJ Suram Pada Harga

Sementara Esther Reichelt dari Commerzbank berpendapat, “Saya berulang kali ditanya dalam pekan lalu, mengenai event apa yang saya amati terkait dengan Sterling. Hasil dari kontes kepemimpinan partai Konservatif benar-benar hanya secara tidak langsung menjadi bagian dari (beragam) event tersebut. Hasilnya diumumkan sekitar waktu makan siang. Kemenangan jelas bagi Boris Johnson kemungkinan sudah diperhitungkan sepenuhnya. Itu artinya, hanya kemenangan mengejutkan dari pesaingnya, Jeremy Hunt, yang akan menggerakan pasar.”

Ke depan, investor dan trader akan memantau sikap dan arah kebijakan Boris Johnson, khususnya mengenai renegosiasi draft kesepekatan brexit dengan Uni Eropa. Seusai pengumuman kemenangannya, pimpinan negosiator brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, telah memberikan sedikit isyarat mengenai perundingan mendatang.

Barnier mengungkapkan, “Kami menantikan kerja sama konstruktif dengan PM Boris Johnson ketika ia menjabat, untuk memfasilitasi Withdrawal Agreement dan mencapai brexit yang tertata. Kami siap untuk menggarap ulang Deklarasi yang disepakati dalam sebuah kerja sama baru yang selaras dengan panduan Dewan Eropa.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply