Sterling Anjlok Karena PMI Manufaktur Terburuk Dalam 6 Tahun

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling tumbang terhadap sebagian besar mata uang mayor dalam perdagangan hari ini (1/7), lantaran data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Inggris ambruk ke level terburuk dalam 6 tahun terakhir. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, GBP/USD telah mencetak rekor penurunan harian 0.45 persen di kisaran 1.2640, sementara GBP/JPY melandai 0.1 persen ke level 136.88.

Sterling Anjlok Karena PMI Manufaktur Terburuk Dalam 6 Tahun

Pada sesi Eropa, Markit/CIPS mengumumkan bahwa PMI Manufaktur Inggris untuk bulan Juni hanya mencapai skor 48, jauh di bawah ekspektasi yang dipatok pada 49.2. Penurunan skor PMI ini menandakan bahwa kondisi bisnis manufaktur di negeri Ratu Elizabeth itu telah larut dalam teritori kontraksi di tengah berkepanjangannya ketidakpastian brexit. Perlambatan ekonomi global semakin memperburuk situasi.

“Permintaan dari pasar domestik melemah, sedangkan halangan tambahan dari pertumbuhan ekonomi global membuat bisnis ekspor baru mengalami penurunan dengan laju tercepat sejak akhir 2014,” kata Rob Dobson dari IHS Markit.

Komponen dalam survei PMI juga mengecewakan. Sentimen bisnis tumbang ke level terendah ketiga dalam sejarah. Sementara itu, ketenagakerjaan menurun tiga bulan berturut-turut akibat maraknya pemutusan hubungan kerja di sektor barang investasi dan intermediate. Penurunan pesanan baru (new order) bahkan mengindikasikan kalau situasi bisa makin buruk.

Baca Juga:   GBP / USD Naik Setelah Data Campuran U.K.

Sebagaimana disampaikan oleh Thomas Pugh dari Capital Economics, “Ke depan, kejatuhan neraca pesanan baru dari 48.6 pada bulan Mei menjadi 46.3 (pada bulan Juni), level terendah sejak Mei 2012, menandakan bahwa output kemungkinan akan tetap lemah selama beberapa bulan mendatang. Lebih dari itu, sektor manufaktur global terus melemah, sehingga akan membebani pesanan ekspor (untuk sektor manufaktur Inggris).”

Bukan hanya data manufaktur Inggris saja yang memburuk. Laporan dari Zona Euro yang dirilis hari ini juga menunjukkan penurunan di wilayah kontraksi, meskipun tak sedrastis Inggris. Data PMI Manufaktur ISM untuk Amerika Serikat juga menurun dari 52.1 menjadi 51.7, tetapi masih mengungguli ekspektasi yang dipatok pada 51.0. Secara keseluruhan, berdasarkan rilis serangkaian data PMI Manufaktur hari ini, USD menempati posisi paling bullish dibandingkan mata uang mayor lainnya. Di sisi lain, Poundsterling berpotensi makin terpuruk akibat terus berlanjutnya ketidakpastian brexit.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply