Sterling Anjlok Pasca Rilis Data Inflasi September 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling terjun 0.43 persen ke level 1.3128 versus Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (17/Oktober), setelah data inflasi Inggris menunjukkan angka di bawah ekspektasi. Sterling juga melemah terhadap Euro dan Yen. EUR/GBP menanjak 0.20 persen ke 0.8792, sedangkan GBP/JPY merosot 0.37 persne ke 147.41.

Sterling Anjlok Pasca Rilis Data Inflasi September 2018

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) hanya melaju 2.4 persen (year-on-year) pada bulan September 2018. Angka tersebut lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 2.7 persen pada bulan Agustus, dan meleset dari ekspektasi awal yang dipatok konsensus pada 2.6 persen.

Inflasi inti (Core CPI) juga hanya naik 1.9 persen (yoy), di bawah ekspektasi 2.0 persen dan lebih lambat dibandingkan 2.1 persen yang tercapai pada periode sebelumnya. Kemerosotan ini diakibatkan oleh inflasi harga barang makanan dan transportasi yang lebih rendah, serta penurunan harga tiket bioskop dan permainan komputer.

“Kejatuhan inflasi CPI yang terjadi secara luas dan tajam pada bulan September, melonggarkan tekanan pada dewan kebijakan moneter Inggris (Monetary Policy Committee/MPC) untuk menaikan suku bunga sebelum Brexit. Namun, sepertinya inflasi CPI bergerak menuju ke bawah target 2 persen tahun depan, dikarenakan inflasi domestik yang rendah dan hanya meningkat secara bertahap.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 29/01/2019 - MYTX GADAI SAHAMNYA DI ANAK USAHA KE BANK MANDIRI

Bank of England bisa dipaksa menaikkan suku bunga sebelum Brexit, bila inflasi meroket tinggi. Namun, data-data yang dirilis hari ini mengindikasikan bahwa bank sentral Inggris tersebut bisa sedikit lega, karena inflasi tinggi belum menjadi ancaman signifikan. Prospek suku bunga tetap untuk periode yang lebih lama inilah yang mengakibatkan Pounds melemah.

Terlepas dari data inflasi hari ini serta data ketenagakerjaan kemarin, perhatian pelaku pasar masih berfokus pada negosiasi Brexit antara Uni Eropa dan Inggris. Hari ini, European Council akan berapat di Brussels untuk mendiskusikan masalah tersebut, dan komentar apapun yang dilontarkan oleh para pejabat Uni Eropa dalam acara tersebut bisa menjadi katalis penggerak Poundsterling yang cukup kuat. Amati pula pidato pejabat MPC BoE, Ben Broadbent, yang kemungkinan menyinggung soal data-data ekonomi Inggris serta rencana kenaikan suku bunga di masa depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply