Sterling Berbalik Melemah Pasca Pidato Carney Tentang Ekspektasi Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling berbalik melemah lebih dari 0.1 persen di sekitar level 1.2841 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa, setelah penyampaian pidato gubernur bank sentral Inggris, Mark Carney. Namun, para analis sepakat kalau risiko “No-Deal Brexit” telah memudar pasca voting draft kesepakatan Brexit yang berakhir dengan kekalahan total kubu PM Theresa May dini hari tadi, sementara ekspektasi akan dibatalkannya Brexit justru meningkat.

Sterling Berbalik Melemah Pasca Pidato Carney

Dalam pidatonya di Parlemen, Mark Carney mengungkapkan bahwa penguatan Sterling setelah rencana Brexit PM May kalah di parlemen mengindikasikan kalau investor merasa risiko No-Deal Brexit telah berkurang, atau merasa bahwa proses negosiasi akan diperpanjang.

“Saya tak memberikan pandangan saya, (melainkan) saya memberitahukan pandangan awal pasar,” ujar Carney. Lanjutnya, “Saya takkan terlalu memikirkan pergerakan berjangka sangat pendek seperti ini. (Karena sebenarnya) pasar sedang menunggu.”

Pesan Carney selaras dengan opini sejumlah pakar yang dirilis hari ini, diantaranya analis dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

“Kami mengekspektasikan PM May akan mencari konsesi tambahan dari UE, dan kemudian menyaksikan silang pendapat antara kesepakatan pemerintah dan berbagai alternatifnya, khususnya referendum kedua,” kata Hans Redeker dari Morgan Stanlet.

Baca Juga:   AUD / USD Tergelincir, Melayang Dekat Posisi Terendah Lebih Dari 5 Tahun

“We expect PM May will seek further concessions from the EU, and then see a run-off between the government’s deal and alternatives, in particular a second referendum,” says strategist Hans Redeker at Morgan Stanley, “Kami menilai ada risiko lebih rendah untuk hasi No Deal (5 persen), dikarenakan oposisi parlemen. Namun kami memiliki keyakinan kecil tentang opsi alternatif mana yang akan dipilih -referendum, kesepakatan saat ini atau pemilu dini. Kami mengharapkan keterangan lebih jelas pada awal Februari.”

Sementara itu, Adrian Paul dari Goldman Sachs menyatakan, “Kami masih mempertahankan perkiraan asal kami bahwa sebuah variasi mirip dengan kesepakatan Brexit saat ini pada akhirnya akan disetujui mayoritas di House of Commons. Namun, dalam pandangan kami, perkembangan hari ini menggeser risiko dalam perkiraan awal kami ke arah Brexit yang lebih lambat, lebih lunak, atau tak ada Brexit sama sekali.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply