Sterling Bergerak Sideways Nantikan Hasil Perundingan PM May

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling bergerak dalam kisaran sangat sempit pada sesi Eropa hari Rabu ini (6/2), sementara Perdana Menteri Theresa May memulai perundingan dengan berbagai pihak untuk mematangkan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Saat berita ditulis, pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan di sekitar level 1.2948, level terendahnya sejak tanggal 23 Januari lalu. Pounds juga melemah terhadap Yen, tetapi unggul versus Euro yang tengah dilanda kekhawatiran terkait resesi.

Sterling Bergerak Sideways Nantikan Hasil Perundingan PM May

Mendekati deadline Brexit pada tanggal 29 Maret mendatang, berita-berita mengenai upaya PM May mencapai kesepakatan dengan berbagai pihak mulai disoroti oleh pelaku pasar. Hari ini, PM May berjumpa dengan perwakilan partai-partai politik Irlandia Utara, dan esok ia akan bertolak ke Brussels untuk memulai diskusi kembali dengan para petinggi Uni Eropa. Poundsterling akan sangat rentan pada kabar apapun yang keluar dari pertemuan-pertemuan tersebut.

Dalam sebuah pidatonya saat kunjungan ke Irlandia Utara, PM May mengungkapkan bahwa ia tetap berkomitmen kuat akan menghindarkan perlunya perbatasan fisik antara Republik Irlandia dan Irlandia Utara setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. “Pemerintah Inggris takka membiarkannya terjadi. Saya takkan membiarkannya terjadi,” kata Theresa May.

Baca Juga:   Emas Menurun Di Tengah Ketidakpastian Kenaikan Suku Bunga Fed

Sejalan dengan itu, para analis menilai kalau opsi bagi May selanjutnya hanyalah menuntut konsesi tambahan dari Uni Eropa. Situasi tak menguntungkan bagi Poundsterling dalam jangka pendek, tetapi dapat berbalik dalam jangka panjang.

“Cukup beralasan untuk berpendapat bahwa May berkeinginan kuat untuk menekan Uni Eropa agar mengamandemen rencana saat ini terkait perbatasan Irlandia dan jika gagal maka akan menemukan suatu alternatif. Hal itu, pada gilirannya, mengindikasikan ia siap memainkan (strategi) ini hingga titik penghabisan; suatu faktor yang bisa membatasi kenaikan GBP dalam jangka pendek,” demikian ditulis oleh pakar strategi forex dari NAB.

Meski begitu, NAB optimis dalam menilai prospek GBP di masa depan. Katanya, “Meski ada kemunduran mengecewakan dalam perjalanan GBP ke atas, kami meyakini kalau penurunan GBP ini terbatas.”

Pendapat NAB ini selaras dengan komentar sejumlah bank investasi terkemuka lainnya, termasuk Morgan Stanley. Beberapa waktu lalu, Morgan Stanley menyarankan agar investor mengincar posisi “buy on dips” atas dasar optimisme kalau pihak-pihak terkait pada akhirnya akan menemukan jalan keluar terbaik dari kebuntuan Brexit saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply