Sterling Berupaya Rebound Setelah Kegagalan Voting Kesepakatan Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD menguat sekitar 0.45 persen ke kisaran 1.3135 pada awal sesi Eropa hari ini (13/3), setelah sempat terpuruk pada hari Selasa akibat kegagalan PM Theresa May untuk menggolkan draft rencana kesepakatan brexit di parlemen Inggris. Poundsterling juga menguat pesat versus Euro dan Yen, di tengah antisipasi pasar menjelang voting parlemen berikutnya yang akan diselenggarakan nanti malam. Saat berita ditulis, EUR/GBP terpantau merosot 0.42 persen pada level 0.8596, sedangkan GBP/JPY melonjak 0.53 persen pada level 146.25.

Sterling Berupaya Rebound Setelah Kegagalan PM May

Kemarin, voting draft rencana kesepakatan brexit berakhir tragis dengan kekalahan 391 vs 242 di parlemen Inggris. Penolakan keras anggota parlemen tersebut mementahkan perundingan berbulan-bulan yang telah dilakukan antara PM Theresa May dan staf-nya dengan para pejabat Uni Eropa. Padahal, Uni Eropa telah menyampaikan keengganan untuk membahas kesepakatan yang sama di atas meja perundingan lagi.

Nanti malam, parlemen akan melakukan voting atas mosi berikutnya terkait kemungkinan Inggris berpisah dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun. Jika mosi disetujui, maka Poundsterling bisa terjun bebas, karena “No-Deal Brexit” merupakan skenario terburuk yang dapat berimbas negatif terhadap perekonomian Inggris maupun Uni Eropa. Namun, karena alasan yang sama pula, mayoritas trader dan analis mengekspektasikan kalau parlemen Inggris bakal menolaknya. Ekspektasi inilah yang mendorong rebound Sterling sejak awal sesi Eropa.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Lebih Rendah , Sterling Di Tertinggi 4,5 Tahun

Terlepas dari itu, masih ada kemungkinan kalau “skenario terburuk” tersebut bakal lolos dalam voting. Masalahnya, kubu pro-Uni Eropa terkenal akan perbedaan pendapat mereka mengenai hubungan ideal seperti apa yang sebaiknya dibangun oleh Inggris dengan negara-negara UE.

Selain itu, seandainya parlemen menolak “No-Deal Brexit”, maka langkah selanjutnya masih belum dapat dipastikan. Parlemen sudah menjadwalkan satu voting lagi pada hari Kamis dengan mosi utama untuk mendorong pemerintah meminta perpanjangan deadline kepada Uni Eropa. Namun, Uni Eropa sudah mengutarakan keberatannya untuk melakukan perpanjangan seperti itu. Kelompok oposisi PM May juga melontarkan sejumlah spekulasi mosi lain, seperti pengadaan pemilu dini untuk menggusur Theresa May dari kursi Perdana Menteri Inggris, serta pengadaan referendum kedua untuk membatalkan rencana brexit secara keseluruhan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply