Sterling Berusaha Rebound Setelah Terkoreksi Pasca Voting Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling beranjak naik sekitar 0.3 persen ke kisaran 1.3104 terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (30/1), setelah merosot drastis pasca voting terkait Brexit di Parlemen Inggris pada dini hari tadi. Pasangan mata uang EUR/GBP juga mencatat penurunan 0.20 persen di kisaran 0.8730, meski Euro sempat melumpuhkan Sterling pada akhir sesi New York.

Sterling Berusaha Rebound Setelah Terkoreksi Pasca Voting Brexit

Para anggota parlemen Inggris menggagalkan serangkaian amandemen yang dimaksudkan untuk mengeluarkan Inggris dari ancaman “No-Deal Brexit” dalam jangka pendek. Padahal, penguatan Poundsterling sejak awal tahun ini didorong oleh ekspektasi pasar kalau mereka akan berupaya untuk menghindari situasi “No-Deal Brexit” yang diramalkan bakal menjegal pertumbuhan ekonomi Inggris tersebut.

Mosi favorit pasar berisi instruksi untuk menunda proses Brexit jika tak ada kesepakatan per 26 Februari yang diajukan oleh Yvette Cooper, gagal lolos voting karena kalah suara 321 versus 298. Upaya amandemen lain untuk menunda Brexit yang diajukan oleh Rachel Reeves pun ditolak. Mosi berikutnya dari Dominic Grieve untuk membawa debat Brexit ke Parlemen juga gagal lolos dengan perolehan 321 versus 301.

Baca Juga:   Arab Saudi Menyetor $ 2 Miliar Di Bank Sentral Yaman Untuk Mengembalikan Uang

Hanya dua mosi yang disetujui oleh anggota parlemen Inggris. Pertama, amandemen yang diajukan oleh Caroline Spelman dan Jack Dromey berisi himbauan tak mengikat pada pemerintah Inggris untuk membatalkan Brexit jika tak tercapai kesepakatan tertentu dengan Uni Eropa. Kedua, amandemen yang diajukan oleh Graham Brady, berisi proposal yang menghimbau pemerintah untuk mengganti Backstop Plan bagi perbatasan Irlandia dengan solusi alternatif lain.

Hasil tersebut mengecewakan pelaku pasar. Menurut Jeremy Cook, pimpinan strategi forex di WorldFirst, sebagaimana disampaikannya pada The Independent, “Kita kembali menantikan deadline Brexit pada 29 Maret sebagai peristiwa kunci… Itu mengecewakan banyak orang yan bertaruh pada pemulihan Sterling.”

Awal bulan ini, pakar dari Citigroup, salah satu bank terdepan di dunia, menyarankan pada para kliennya agar jangan men-trading-kan Poundsterling menjelang voting kesepakatan Brexit, karena ekspektasi tingginya volatilitas di seputar event tersebut. Secara khusus, Citigroup memeringatkan para nasabah kaya-nya untuk menghindari Sterling pada jangka pendek, sehubungan dengan pergerakan yang kemungkinan sangat besar seiring dengan berkepanjangannya ketidakpastian ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply