Sterling Cenderung Flat Setelah Rilis Data GDP Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling bergerak datar-datar saja di kisaran 1.2660 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (21/12), setelah rilis data-data ekonomi Inggris yang cenderung beragam. Selain karena situasi politik dan ekonomi Inggris yang kurang kondusif, kabar kenaikan GDP juga tak ditanggapi lantaran pelaku pasar sudah mulai membereskan meja menjelang libur Natal.

Sterling Cenderung Flat Setelah Rilis Data GDP Inggris

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) final mencapai 0.6 persen (Quarter-over-Quarter) dalam kuartal III/2018. Angka tesebut sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya. Laju pertumbuhan GDP tahunan pun selaras dengan pekriraan pada level 1.5 persen.

Terlepas dari itu, data Neraca Transaksi Berjalan (Current Account) yang dirilis secara terpisah menunjukkan pembengkakan defisit dari 20.0 Miliar menjadi 26.5 Miliar, lebih buruk dari ekspektasi awal. Data Lloyd Business Barometer untuk bulan Desember juga merosot ke 17 persen, level terendah sejak Juni 2016.

Data-data ekonomi ini mengindikasikan masih rentannya kondisi Inggris selama terus terombang-ambingnya isu Brexit. Bukannya makin jelas, masalah Brexit justru makin rumit dengan muncul kembalinya opsi “No-Deal Brexit” di Inggris.

Baca Juga:   Dolar Secara Luas Tetap Rendah Di Perdagangan Yang Tenang

Mel Stride, salah satu pejabat tinggi departemen keuangan Inggris, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Inggris yang bertransaksi dengan Uni Eropa harus sudah mulai mempersiapkan diri pada kemungkinan “No-Deal Brexit”. Katanya, “Waktunya adalah sekarang, ada himbauan agar bertindak sekarang. Anda yang mengimpor atau mengekspor dari dan ke 27 negara Uni Eropa, guna menghadapi kemungkinan no deal pada akhir Maret, harus mengambil tindakan tertentu. Anda harus melakukannya sekarang.”

Saran yang disampaikan Stride pada program televisi BBC Today tersebut disusul dengan kabar bahwa pemerintah akan merilis pembaruan pedoman bagi persiapan menghadapi “No-Deal Brexit” bagi korporasi. Sikap pemerintah ini berlawanan dengan beberapa bulan lalu, ketika situasi “No-Deal” dianggap sebagai skenario terburuk yang nyaris tak mungkin terjadi.

Menjelang libur Natal, pelaku pasar agaknya sudah enggan berpusing-pusing menyaksikan keruwetan Sterling di tengah isu Brexit yang kental aroma politis. Aksi jual maupun beli Poundsterling nampak tak signifikan di tengah tipisnya likuiditas pasar hari ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply