Sterling Dipatahkan PMI Jasa, Masih Fokus Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling tercatat melemah 0.16 persen pada kisaran 1.3020 terhadap Dolar AS, sekitar satu jam setelah dipublikasikannya data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor Jasa Inggris hari ini (5/2). Meski demikian, pelemahan Sterling cenderung terbatas, karena adanya sebuah kabar baik terkait masa depan arus barang antara Inggris-Uni Eropa pasca Brexit.

Sterling Dipatahkan PMI Jasa, Masih Fokus Brexit

Menurut Chartered Institute of Purchasing & Supply(CIPS) dan NTC Economics, outlook para Purchasing Manager terkait kondisi sektor jasa Inggris memburuk dari 51.2 menjadi 50.1 pada bulan Januari lalu, lebih jelek ketimbang estimasi yang dipatok pada 51.1. Laporan tersebut menambah tinggi tumpukan data buruk dari Inggris, setelah PMI Konstruksi dan PMI Manufaktur juga dirilis lebih buruk dari ekspektasi beberapa hari lalu.

Imbas dari laporan PMI Jasa tersebut menjorokkan GBP/USD kembali ke area negatif, setelah sempat menguat tipis pada awal perdagangan hari ini. Namun, posisi Sterling ditopang oleh rilis panduan operasional baru dari HM Revenue and Customs mengenai prosedur pabean pasca Brexit.

Menurut panduan terbaru dari HM Revenue and Customs tersebut, seandainya kelak Inggris terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan dagang, untuk sementara waktu, barang-barang dari Uni Eropa akan diperbolehkan masuk ke pelabuhan dan stasiun Inggris tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Hal ini melegakan pelaku pasar, karena banyak pihak sempat khawatir kalau distribusi barang-barang kebutuhan pokok bakal macet jika terjadi “No-Deal Brexit”.

Baca Juga:   USD / CAD Jatuh Ke Posisi Terendah 2 Bulan Terhadap Kanada

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan baru terkait upaya Perdana Menteri Theresa May untuk mendapatkan dukungan memadai agar kesepakatan dagang Uni Eropa dan Brexit diratifikasi oleh parlemen Inggris. Namun, untuk saat ini, sejumlah kekhawatiran pasar sehubungan dengan ancaman ambruknya ekonomi Inggris jika kesepakatan tak diratifikasi, telah sirna.

Selain itu, investor dan trader juga bakal mengamati rangkaian event ekonomi berdampak tinggi dari Inggris pada hari Kamis mendatang. Pada momen tersebut, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) akan mempublikasikan laporan inflasi sekaligus pengumuman kebijakan moneter terkini. Walaupun mereka sudah diekspektasikan takkan merubah suku bunga sebelum ketidakpastian Brexit terlewati, tetapi pelaku pasar akan mencermati secara khusus penilaian mereka mengenai kondisi ekonomi Inggris terkini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply