Sterling Jatuh Karena Politik Lagi Menjelang Akhir Libur Paskah

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Poundsterling melemah tipis terhadap Dolar AS dan Euro dalam perdagangan hari Senin ini (22/4), karena berakhirnya libur Paskah menandai kembalinya berbagai ketidakpastian politik menjadi sorotan pasar. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, GBP/USD telah melandai 0.1 persen ke kisaran 1.2980-an, sementara EUR/GBP menguat 0.15 persen ke kisaran 0.8665.

Sterling Jatuh Lagi Menjelang Akhir Libur Paskah

Masalah politik kembali masuk ke agenda pasar, karena para anggota parlemen Inggris akan kembali berdebat di Westminster seusai libur Paskah akhir pekan lalu. Media The Sunday Times melaporkan rumor bahwa seorang petinggi partai Konservatif akan menuntut PM Theresa May untuk mengundurkan diri paling lambat bulan Juni mendatang, atau digusur paksa dari kedudukannya sebagai perdana menteri Inggris.

Laporan tersebut tak didukung oleh narasumber yang terkonfirmasi, sehingga validitasnya diragukan. Namun, ketidakpuasan dari kalangan internal partai Konservatif terhadap PM May bukanlah hal baru. Dulu, partai terbesar di Inggris ini membekingi naiknya Theresa May ke kursi Perdana Menteri. Sejalan dengan itu, hilangnya dukungan mayoritas anggota partai terhadap PM May merupakan ancaman yang cukup nyata bagi stabilitas politik Inggris.

Baca Juga:   USD / CAD Naik Terhadap AS, Data Ketenagakerjaan Kanada

Pada bulan Desember 2018, PM May berhasil lolos dari mosi tidak percaya yang dirilis oleh partainya. Ia aman untuk sementara karena adanya aturan parlemen yang melarang tantangan kepemimpinan baru hingga setahun setelahnya. Namun, May tetap bisa dipaksa untuk mengundurkan diri atau menggelar pemilu lebih dini. Terlebih lagi, ia telah mengambil sejumlah keputusan kontroversial demi menggolkan proposal kesepakatan Brexit-nya, termasuk dengan merengkuh aspirasi anggota parlemen di luar partai Konservatif yang menginginkan agar Inggris tetap bertahan dalam kesatuan pabean tunggal Uni Eropa.

Sementara itu, kalender forex menunjukkan minimnya rencana rilis data ekonomi Inggris selama beberapa hari ke depan. Hanya ada jadwal rilis data Consortium of British Industry (CBI) mengenai tren industri Inggris pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Data tersebut bisa menjadi indikator bagi kondisi perekonomian yang lebih luas, tetapi bukan barometer favorit pasar maupun para pengambil kebijakan. Kenaikan maupun penurunan angkanya hanya akan berdampak rendah hingga menengah terhadap Poundsterling.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply