Sterling Jatuh Ke Bawah 1.3000 Karena PM May Kehilangan Dukungan

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot ke bawah level 1.3000 terhadap Dolar AS, sehubungan dengan rumor bahwa Theresa May telah kehilangan dukungan yang dapat membantunya dalam ratifikasi draft kesepakatan Brexit dan mengukuhkan posisinya sebagai perdana menteri Inggris. Saat berita ditulis, pasangan GBP/USD diperdagangkan di sekitar level 1.2996, sementara EUR/GBP meroket 0.30 persen ke level 0.8652.

Sterling Jatuh Ke Bawah 1.3000 Karena PM May Kehilangan Dukungan

Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh media Inggris The Times, PM May telah gagal memperoleh konsesi tambahan untuk memperkuat draft kesepakatan Brexit yang tengah disusunnya. Oleh karena itu, ia semestinya menunda rencana voting atas draft tersebut yang sedianya akan digelar pada tanggal 12 Maret di Parlemen Inggris.

Media The Telegraph juga mengabarkan bahwa PM May saat ini tengah menghadapi tekanan agar ia mengundurkan diri. Bahkan, menurut The Telegraph, posisi May sekarang hanya didukung oleh dua menteri dalam kabinetnya.

“Sekarang, kita kembali dalam situasi dimana (kita) tak mampu menghapus kemungkinan ‘Hard Brexit’ pada tanggal 29 Maret; sedangkan saran bahwa satu-satunya cara bagi May untuk memenangkan suara bagi draft yang diajukannya adalah jika ia berjanji untuk mengundurkan diri, memiliki efek ketidakpastian terhadap GBP,” kata Ray Attril, pimpinan pakar strategi forex di National Australia Bank (NAB).

Baca Juga:   Berita Saham TOBA SENIN 29/01/2018

Menurut Bloomberg, terjadi kemerosotan drastis atas poundsterling pada sesi Asia karena terpicunya Stop Loss berlapis dan minimnya likuiditas. Selain itu, pasangan mata uang GBP/JPY juga dilanda aksi jual karena tingginya sentimen risk-off menjelang voting atas draft kesepakatan Brexit dalam pekan ini.

Perlu dicatat, parlemen Inggris akan melaksanakan voting atas draft yang diajukan oleh PM Theresa May pada hari Selasa besok. Apabila draft tersebut ditolak oleh mayoritas anggota parlemen, maka parlemen akan menggelar voting berikutnya pada hari Kamis, dimana mereka bisa meratifikasi penundaan deadline keluarnya Inggris dari Uni Eropa hingga jauh setelah 29 Maret.

Saat ini, mayoritas pakar memprediksi kalau draft kesepakatan bakal ditolak dan Parlemen Inggris bakal menyetujui penundaan deadline Brexit. Namun, telah diketahui bahwa lama penundaan hanya bisa ditentukan oleh Uni Eropa, sehingga keputusan semacam itu akan mengantarkan Poundsterling masuk dalam jurang ketidakpastian lagi.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply