Sterling Melemah Di Tengah Ketegangan Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melemah 0.22 persen ke kisaran 1.2761 terhadap Dolar AS menjelang pembukaan sesi New York hari Kamis ini (10/1), setelah Perdana Menteri Theresa May mendapatkan tantangan baru dari Parlemen Inggris terkait kesepakatan Brexit. Pounds juga melemah versus Yen dengan posisi GBP/JPY -0.17 persen ke level 138.08. Namun, EUR/GBP masih sideways di kisaran 0.9027 sehubungan dengan tingginya kekhawatiran pelaku pasar mengenai prospek perlambatan ekonomi Zona Euro.

Sterling Melemah Di Tengah Ketegangan Brexit

Seusai masa reses, anggota parlemen Inggris kembali memperdebatkan kesepakatan Brexit yang telah dicapai PM Theresa May dengan Uni Eropa. Sebanyak 303 anggota parlemen mendukung pengesahan amandemen yang mencegah pemerintah Inggris merubah undang-undang perpajakan jika sampai terjadi “No-Deal Brexit”.

Setelah itu, parlemen juga menyetujui “Grieve Amandment” yang menuntut PM May untuk membuat rencana alternatif dalam tiga hari. Rencana itu diharapkan merangkum opsi lain jika kesepakatan Brexit yang diusungnya ditolak dalam voting hari Selasa depan. Jika tidak, maka kendali negosiasi Brexit akan diambil alih oleh Parlemen.

Sejumlah analis masih mengharapkan Pounds akan menguat dalam tahun 2019, khususnya terhadap Euro, dikarenakan harapan kalau parlemen Inggris pada akhirnya bakal berupaya menghindari “No-Deal Brexit” sekuat tenaga. Sebabnyak, dalam 24 jam terakhir, kekalahan sisi pemerintah Inggris dua voting utama terkait legislasi Brexit mengindikasikan kekuatan faksi dalam parlemen yang menolak “No-Deal Brexit”.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EMAS / PERAK /TEMBAGA : 30 Desember - 3 Januari

Jordan Rochester dari Nomura London mengungkapkan, “Dalam beberapa pekan ke depan, parlemen kemungkinan akan menyaksikan apakah mayoritas mendukung atau menolak kesepakatan (yang dibuat) Theresa May. Daripada peningkatan kemungkinan ‘No Deal’, kami lebih mengekspektasikan kesepakatan akan lolos, berkat konsesi di detik-detik terakhir, atau jika parlemen berhasil memaksa pemerintah untuk mengadopsi strategi Brexit yang berbeda atau lebih ramah pasar.”

Di sisi lain, posisi Poundsterling dianggap sudah sangat undervalued. Viraj Patel, pakar strategi forex dan makro global di Arkera, mengungkapkan bahwa perkembangan terbaru “kemungkinan telah memangkas risiko penurunan GBP secara tak teratur”. Oleh karenanya, Sterling nampak sangat murah (dan berpotensi untuk dibeli).

Terlepas dari itu, pelaku pasar nampaknya masih memilih untuk “wait and see”. Setidaknya, hingga digelarnya voting minggu depan di parlemen Inggris.

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply