Sterling Melonjak Pasca Rilis Data Pengangguran Inggris

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling sempat melemah pada awal perdagangan hari Selasa ini (22/1), tetapi langsung melonjak setelah data ketenagakerkaan Inggris menunjukkan angka aktual yang lebih unggul dibandingkan perkiraan sebelumnya. Saat berita ditulis, GBP/USD telah mencatat kenaikan 0.23 persen ke level 1.2924, sementara GBP/JPY menghapus pelemahan dengan kembali ke kisaran 141.44, serta EUR/GBP merosot 0.22 persen ke level 0.8793.

Sterling Melonjak Pasca Rilis Data Pengangguran Inggris

Laporan Office for National Statistics (ONS) yang baru saja dirilis sore ini menampilkan data ketenagakerjaan bulan November yang lebih baik. Data Average Earnings Index + Bonus mengalami kenaikan 3.4 persen, melampaui estimasi yang dipatok pada 3.3 persen. Tingkat pengangguran (Unemployment Rate) pada periode yang sama juga menurun ke 4.0 persen dari 4.1 persen pada bulan Oktober.

Data lainnya mengenai Claimant Count Change direvisi naik menjadi 24.8k untuk bulan November, tetapi menurun ke level terendah empat bulan pada 20.8k di bulan Desember. Employment Change 3M/3M pada paket data yang sama juga meningkat pesat dari 79.0k menjadi 141.0k (Month-over-Month).

Baca Juga:   Euro Melemah Meski ECB Tak Beri Petunjuk Kebijakan Baru

Nampaknya, data ini menumbuhkan optimisme spontan di kalangan pelaku pasar terhadap Poundsterling. Namun, isu Brexit masih menghadirkan ketidakpastian.

Pada hari Senin lalu, PM Theresa May telah memaparkan poin-poin yang akan diajukannya ke Uni Eropa guna mencapai rencana Brexit kedua. Namun, para analis menilai kalau rencana tersebut tak jauh berbeda ketimbang rencana PM May sebelumnya, yang telah ditolak mentah-mentah oleh anggota parlemen Inggris dalam voting minggu lalu.

Rencana baru PM May hanya menawarkan pencabutan fee yang sebelumnya akan dikenakan pada warga Uni Eropa yang ingin tetap bertempat di Inggris setelah Brexit, serta memuat janji untuk merundingkan ulang penyelesaian masalah perbatasan Irlandia yang menjadi salah satu titik krusial pada rencana sebelumnya. Dalam pidatonya, PM May juga menegaskan kembali bahwa pengunduran deadline Brexit maupun penyelenggaraan referendum kedua, tak masuk dalam opsi alternatif yang direkomendasikannya. Menurutnya, satu-satunya cara bagi Parlemen untuk menghindari “No-Deal Brexit” adalah dengan menyetujui kesepakatan yang dicapainya dengan Uni Eropa, bukan dengan mencari opsi berbeda. Hal itu membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan menjelang voting berikutnya pada akhir bulan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply