Sterling Menurun Akibat Defisit dan GDP Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melanjutkan kemerosotannya versus Dolar AS pada perdagangan hari Jumat ini (28/September), setelah Inggris merilis laporan defisit neraca transaksi berjalan dan GDP yang mengecewakan di tengah krisis politik dalam negeri. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, GBP/USD telah anjlok 0.35 persen ke kisaran 1.3030, dan GBP/JPY jatuh 0.31 persen ke 147.80; walaupun EUR/GBP masih minus 0.18 persen ke 0.8882 karena krisis anggaran Italia dianggap lebih rawan oleh pelaku pasar.

Sterling Menurun Akibat Defisit dan GDP Mengecewakan

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Inggris kuartal II/2018 tercatat meningkat dari 15.7 Miliar menjadi 20.3 Miliar. Padahal, pelaku pasar awalnya mengekspektasikan defisit hanya akan mencapai 19.4 Miliar saja. Meningkatnya defisit ini artinya, aliran dana keluar Inggris meningkat, lebih tinggi dibanding aliran dana masuk.

Sementara itu, Office for National Statistics (ONS) mengumumkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) Kuartal II/2018 tumbuh sesuai ekspektasi 0.4 persen dalam basis kuartalan, tetapi hanya naik 1.2 persen dalam basis tahunan. Lebih buruk lagi, data periode sebelumnya direvisi turun menjadi 0.1 persen (QoQ) dan 1.1 persen (YoY).

Baca Juga:   Aussie Tergelincir Lebih Rendah, Kiwi Memegang Stabil Terhadap Dolar AS

ONS mengungkapkan pula bahwa nilai investasi bisnis di negeri yang dipimpin PM Theresa May itu merosot 0.7 persen dalam kuartal dua, lebih parah dari penurunan 0.5 persen pada kuartal sebelumnya. Padahal, pelaku pasar mengharapkan angkanya akan naik 0.5 persen.

Kombinasi data-data ini membuat pelaku pasar kurang optimis mengenai masa depan ekonomi Inggris. Apalagi, kondisi politik Inggris kembali memanas.

“Walaupun kami menilai outlook lebih luas untuk GBP/USD masih konstruktif, tetapi sukar mengabaikan risiko penurunan yang berpotensi muncul dari perpolitikan Inggris dalam pekan depan,” ujar Viraj Patel, pakar strategi di ING Group, “Kami takkan kaget bila ada aksi jual ganda jika Perdana Menteri kembali menghadapi pertemuan sulit. GBP/USD pada 1.2985 (DMA-50) merupakan pengukur sentimen utama.”

Pekan depan, PM Theresa May akan berpidato dalam konferensi tahunan partai Konservatif. Namun, ia sudah lama diketahui menghadapi pemberontakan dalam partai akibat perselisihan pendapat soal rencana Brexit. Posisinya bisa digoyahkan kapan saja bila anggota-anggota yang kontra berhasil membulatkan suara. Di sisi lain, upaya delegasi Inggris untuk menggolkan proposal Brexit di Brussels juga belum mendapatkan lampu hijau.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply