Sterling Meroket Setelah PM May Menangkan Argumen di Parlemen

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling mendadak melesat pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (23/Oktober), setelah dilaporkan bahwa PM Theresa May berhasil meyakinkan anggota parlemen Inggris untuk menolak amandemen Backstop Plan. Pasangan mata uang GBP/USD melonjak sekitar 0.50 persen ke level 1.3027, sementara EUR/GBP merosot 0.37 persen ke level 0.8807.

Sterling Meroket

Rencana “pemberontakan” oleh sebagian anggota partai Konservatif yang digalang oleh Steve Baker dengan mengajukan amandemen mengenai Backstop Plan, akhirnya digugurkan. Rumor mengenai dukungan Democratic Unionist Party (DUP) bagi proposal Baker yang mengakibatkan Pounds anjlok pada hari Senin, ternyata tak terbukti. PM May pun berhasil meyakinkan parlemen Inggris untuk tetap mengajukan proposal Backstop Plan yang telah disusunnya.

Di parlemen, PM May menegaskan bahwa ia takkan menerima hasil negosiasi dengan Uni Eropa yang akan mengakibatkan Inggris terombang-ambing dalam masa transisi atau Backstop Plan dalam kurun waktu yang berkepanjangan. Argumen PM May ini berhasil menanggulangi kekhawatiran yang telanjur meluas di kelompok pro-Brexit maupun anti-Brexit pada Parlemen Inggris.

Baca Juga:   Analisa GOLD SELASA 07/03/2017 dengan ASI (Analisa Simple)

Meski demikian, para pakar mengungkapkan bahwa bias Poundsterling masih cenderung bearish, karena belum jelasnya kelanjutan negosiasi Inggris dengan Uni Eropa. Akibatnya, penguatan Poundsterling kali ini bisa jadi sementara saja.

“Bagi GBP, risikonya masih cenderung bearish karena negosiasi Brexit (dengan Uni Eropa) berakhir pada pekan lalu tanpa kesepakatan tertentu. Kami mengekspektasikan EUR/GBP untuk tetap volatile dan sensitif pada berita-berita mengenai Brexit dalam beberapa bulan ke depan menjelang pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada bulan Desember mendatang, dimana kami memperkirakan kesepakatan masih dapat tercapai,” ungkap Allan von Mehren, pimpinan analis di Danske Bank.

Sementara itu, PM May masih menghadapi tantangan dari dalam partainya sendiri, karena sudah 44 orang mengajukan mosi tidak percaya. Masalahnya, apabila jumlah anggota partai yang mengajukan mosi tidak percaya sudah mencapai 48 orang, maka akan digelar voting untuk menggusur May dari posisi perdana menteri.

Selain itu, PM May dijadwalkan untuk memberikan briefing mengenai status negosiasi Brexit pada kabinetnya hari ini. Apabila ada tanda-tanda “pemberontakan” juga dari dalam kabinet, maka akan ada peningkatan risiko bagi Poundsterling.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply