Sterling Merosot Setelah Rilis Data PMI Manufaktur Februari 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling melemah sekitar 0.2 persen dari level tertinggi delapan bulan ke kisaran 1.3238 terhadap Dolar AS menjelang pembukaan sesi New York hari ini (1/3), setelah lembaga riset Markit melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Inggris melambat ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Sterling masih unggul versus Yen Jepang, tetapi pasangan mata uang EUR/GBP telah melonjak sekitar 0.30 persen ke kisaran 0.8597.

Sterling Merosot Setelah Rilis Data PMI Manufaktur

Menurut lembaga riset Markit Economics, PMI Manufaktur Inggris hanya mencapai 52.0 pada bulan Februari 2019. Angka tersebut selaras dengan estimasi awal, tetapi lebih rendah dibandingkan pencapaian Januari 52.6 dan merupakan skor paling buruk sejak kuartal III/2018.

“Hari Brexit hampir tiba, (sehingga) perusahaan-perusahaan manufaktur Inggris terus menerapkan rencana guna menanggulangi potensi gangguan. Upaya menimbun baik input maupun produk akhir masih diprioritaskan, dengan pertumbuhan penimbunan input mencapai rekor tinggi baru,” demikian diungkapkan oleh Rob Dobson, Direktur IHS Markit, dalam laporannya, “Kondisi ketidakpastian yang meningkat saat ini juga memiliki efek sampingan terhadap keyakinan bisnis dan ketenagakerjaan; optimisme berada pada level terendah dalam sejarah survei ini dan laju pelepasan tenaga kerja terakselerasi ke level tertinggi enam tahun.”

Baca Juga:   NZD / USD Lebih Tinggi Di Akhir Perdagangan

“Data resmi mengonfirmasi bahwa sektor manufaktur sudah mengalami resesi, dan PMI Februari menawarkans edikit bukti kalau dorongan output jangka pendek dari penimbunan persediaan akan memadai untuk mendorong sektor ini kembali ke teritori pertumbuhan.”

“Selain outlook yang tidak pasti, sektor manufaktur juga menghadapi latar belakang makin suram dalam bentuk perlambatan pasar domestik dan melemahnya arus masuk bisnis ekspor baru, seiring menurunnya pertumbuhan global dan menggigitnya (efek) ketegangan perdagangan. Karenanya, sektor manufaktur dan perekonomian Inggris yang lebih luas menghadapi tahun 2019 yang amat sulit, dengan perlambatan (kemungkinan) memburuk pada akhir tahun seiring dilepasnya posisi-posisi inventori dan isu seputar Brexit kemungkinan terus melingkupi.”

Sementara itu, fokus perhatian pasar lainnya pada tarik-ulur masalah Brexit juga belum menunjukkan perkembangan signifikan. Investor dan trader masih menantikan voting Parlemen berikutnya yang akan digelar pada tanggal 13 Maret, dimana para wakil rakyat Inggris bakal menentukan apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa sesuai jadwal atau menundanya hingga suatu waktu di masa depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply