Sterling Stabil Meski Pengangguran Inggris Berkurang

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD berkonsolidasi di sekitar level 1.3280, tetap dalam kisaran pergerakannya sejak akhir pekan lalu. Volatilitas Sterling juga relatif rendah terhadap Euro dan Yen, meskipun tingkat pengangguran Inggris mengalami penurunan ke level terendah dalam 44 tahun terakhir.

Sterling Stabil Meski Pengangguran Inggris Berkurang

Menurut laporan UK Office for National Statistics (ONS), Data Claimant Count Change untuk bulan Februari dikabarkan meningkat dari 15.7k menjadi 27.0k, jauh lebih besar ketimbang estimasi awal pada 13.1k. Namun, tingkat pengangguran Inggris berkurang dari 4.0 persen menjadi 3.9 persen untuk periode Januari 2018, mengungguli ekspektasi awal. Data Average Earnings Index+Bonus juga meningkat pesat setinggi 3.4 persen dalam periode tersebut, melampaui ekspektasi yang dipatok pada 3.2 persen sekaligus melengkapi peningkatan positif tiga bulan beruntun.

“Tingkat pengangguran telah mencapai rekor terbaik baru. Sementara itu, proporsi orang yang tak bekerja dan tak sedang mencari pekerjaan, berada pada level terkecil baru,” kata Matt Hughes, pakar statistik senior ONS.

Sepintas, data-data tersebut mengindikasikan sehatnya kondisi ekonomi Inggris serta mendukung kenaikan suku bunga oleh bank sentralnya (Bank of England/BoE). Namun, BoE telah berulangkali menegaskan bahwa mereka tidak akan merubah kebijakan, sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa secara resmi. Dalam rapat kebijakan BoE yang akan digelar hari Kamis depan, BoE diperkirakan akan membiarkan suku bunga tetap 0.75 persen, sehingga data-data ekonomi ini tak berpengaruh signifikan.

Baca Juga:   Harga Emas Tergelincir, Bank Sentral Meningkatkan Pembelian Emas, WGC Berkata

Di sisi lain, rencana Inggris untuk berpisah dengan Uni Eropa masih larut dalam ketidakpastian. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Ketua House of Commons, John Bercow, melarang PM Theresa May menggelar voting parlemen atas draft kesepakatan Brexit yang sama untuk ketiga kalinya. Pernyataan itu melontarkan PM May ke dalam jurang ketidakpastian baru, karena pihak Uni Eropa juga sudah menyatakan enggan maju ke meja perundingan guna membahas draft kesepakatan yang itu-itu saja.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau pertemuan para pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa yang akan dimulai pada hari Kamis. PM Theresa May akan ikut menghadirinya, dan konsesi apapun yang berhasil diperoleh pada event tersebut bisa memberikan harapan baru maupun memupuskan harapan pasar terkait Brexit. Selain itu, jadwal rapat kebijakan BoE bisa jadi akan diamati untuk mengetahui outlook ekonomi terkini, meski diperkirakan mereka tidak akan merubah kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply