Sterling Tertahan Karena Ada Upaya Untuk Melengserkan PM May

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling menguat 0.10 persen pada kisaran 1.2950 terhadap Dolar AS pada awal sesi New York hari Rabu ini (24/4), setelah jatuh ke level terendah sejak tanggal 19 Februari lalu. Saat ini, pelaku pasar tengah mewanti-wanti kabar bahwa sejumlah anggota parlemen Inggris tengah berupaya mengajukan mosi tak percaya lagi bagi PM Theresa May, sementara ia sedang berusaha untuk mengadakan voting lebih dini mengenai draft kesepakatan brexit (EU Withdrawal Agreement).

Sterling Tertahan Jelang Voting Tentang Kepemimpinan PM May

Pada bulan Desember 2018, PM May berhasil lolos dari mosi tak percaya yang diajukan oleh sebagian anggota parlemen. Berdasarkan peraturan yang berlaku sekarang, ia hanya boleh ditantang mosi tak percaya lagi setelah satu tahun berlalu sejak saat itu. Namun, nanti malam, parlemen Inggris akan merundingkan apakah akan merubah peraturan tersebut.

Apabila mayoritas anggota parlemen menyepakati perubahan itu, maka artinya ancaman bagi kedudukan PM May akan meningkat. Ia bisa jadi bakal dipaksa untuk mengadakan pemilu lebih dini, sekaligus makin mempersulit tercapainya draft rencana keluar dari Uni Eropa yang dapat disetujui semua pihak. Bahkan, potensi “No-Deal Brexit” akan meningkat jika hal itu terjadi. Oleh karenanya, risiko atas Sterling mendadak meningkat dan pelaku pasar harus bertindak lebih hati-hati.

Baca Juga:   GBP / USD Mendorong Sedikit Lebih Tinggi Dalam Perdagangan

“Theresa May telah diperingatkan oleh anggota senior partai Konservatif pada hari Selasa bahwa masa kepemimpinannya sudah habis, karena mereka menginginkan perubahan aturan agar bisa melengserkannya pada Musim Panas,” ungkap George Parker dari The Financial Times. Salah satu sumber internal mengatakan kepada Parker bahwa May diminta untuk menentukan waktu kemundurannya sendiri, dan “jika ia tak melakukannya, maka saya yakin semua bagian dalam partai akan berusaha menyingkirkannya.”

Sementara itu, kalender forex menunjukkan minimnya rencana rilis data ekonomi Inggris selama beberapa hari ke depan. Hanya ada jadwal rilis data Consortium of British Industry (CBI) mengenai tren industri Inggris pada hari Kamis mendatang. Data tersebut bisa menjadi indikator bagi kondisi perekonomian yang lebih luas, tetapi bukan barometer favorit pasar maupun para pengambil kebijakan. Kenaikan maupun penurunan angkanya hanya akan berdampak rendah hingga menengah terhadap Poundsterling.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply