Sterling Tertekan Setelah Uni Eropa Ijinkan Brexit Ditunda Lagi

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling kembali gagal menembus level 0.3100 terhadap Dolar AS, setelah beredarnya kabar bahwa Uni Eropa menyetujui penundaan brexit hingga tanggal 31 Oktober mendatang. Saat berita ditulis pada awal sesi New York hari Kamis ini (11/4), pasangan mata uang GBP/USD melemah sekitar 0.1 persen ke kisaran 1.3075, sementara EUR/GBP stabil pada kisaran 0.8610.

Sterling Tertekan Setelah Uni Eropa Ijinkan Brexit Ditunda Lagi

Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mengirim permohonan untuk mengundurkan deadline brexit menjadi 30 Juni. Namun, pihak Uni Eropa menginginkan penundaan dalam jarak lebih lama lagi dari momen pemilu parlemen Eropa yang bakal digelar pada bulan Mei 2019. Setelah sempat dirumorkan kalau brexit bakal ditunda lagi hingga 9 atau 12 bulan ke depan, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk mengundurkan deadline selama 6 bulan ke tanggal 31 Oktober 2019.

Deadline brexit yang terbaru itu bersifat fleksibel, dalam arti Inggris bisa keluar dari Uni Eropa kapan saja jika suatu kesepakatan dapat dicapai lebih cepat dari 31 Oktober. Namun, situasi tersebut justru dinilai meletakkan poundsterling dalam ketidakpastian yang lebih besar, karena probabilitas “No-Deal Brexit” masih ada (jika tak ada kesepakatan yang tercapai hingga 31 Oktober) dan kalangan pebisnis tetap tak mendapatkan kejelasan mengenai berbagai aturan bisnis yang akan datang.

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Bergerak Lebih Rendah Di Tengah Penurunan Harga Minyak

Tak hanya itu. Inggris juga harus ikut berpartisipasi dalam pemilu parlemen Eropa. Apabila mereka gagal berpartisipasi, maka Inggris bisa didepak paksa dari Uni Eropa pada tanggal 1 Juni.

“Ini kabar terburuk dari semua kabar buruk,” kata Helen Thomas dari Blonde Money. Menurutnya, penundana brexit kali ini “menghapuskan tekanan waktu untuk mencapai suatu keputusan, tetapi tak menyediakan cukup waktu untuk menjernihkan situasi melalui pemilihan umum (dini di Inggris) ataupun referendum kedua. Ini tidak positif bagi perekonomian Inggris, maupun bagi aset-aset Inggris dalam jangka panjang.”

Sementara itu, Euro juga cenderung melemah dalam perdagangan hari ini, dengan posisi EUR/USD melorot tipis 0.1 persen ke kisaran 1.260-an. Selain karena masih pekatnya ketidakpastian politik yang dibawa oleh brexit, mata uang 19 negara itu juga dihimpit oleh minimnya petunjuk kebijakan baru dalam pernyataan bank sentral Eropa yang dirilis pada hari Rabu lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply