Strategi Trading Forex Jangka Panjang

Bonus Welcome Deposit FBS

Trading forex jangka panjang mungkin merupakan hal yang cukup ditakuti oleh kebanyakan trader. Hal ini disebabkan karena trader harus memegang posisi hari per hari yang ditemani oleh pergerakan pair yang cukup besar. Apalagi secara Mingguan pasar trading akan tutup dan dimungkinkan ada gap harga pada pembukaan di hari Senin.”

Pernyataan di atas merupakan sebuah hal yang umum terjadi ketika trader baru memasuki pasar dan selalu memulai dengan teknik trading jangka pendek. Coba trader mengingat kembali saat-saat pertama kali diperkenalkan dengan dunia trading. Siapa yang memperkenalkan anda dengan dunia trading? Jika pertama-tama oleh teman atau oleh broker forex maka secara umum 90% akan memperkenalkan forex sebagai pasar 24 jam yang harus diperhatikan setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit untuk bisa profit.

Jika anda bertemu dengan trader yang mengatakan teknik trading forex yang lebih nyaman adalah jangka panjang. Mungkin disinilah anda sudah bertemu dengan trader yang memiliki pengalaman cukup lama.

Baca Juga:   Apa itu Price Action dan Strategi Trading Menggunakan Price Action

Mengapa menggunakan strategi forex jangka panjang ?

Berikut adalah beberapa alasan yang merupakan alasan untuk melakukan strategi forex jangka panjang:

  • Anda tertarik dengan forex trading, tapi masih memiliki aktivitas lain yang ingin dijalankan seperti hobby, pekerjaan, menangani perusahaan, dan lain-lain. Bagi anda hidup tidak selalu harus dihabiskan di depan komputer.
  • Semakin sedikit posisi yang diambil semakin sedikit rugi dari spread, komisi yang terjadi.
  • Semakin sedikit posisi yang diambil semakin sedikit kemungkinan untuk melakukan kesalahan. Umumnya akurasi dapat mencapai 80%
  • Anda senang menggali informasi mengenai ekonomi dunia dan mencari alasan kuat di dalam sebuah pergerakan harga mata uang sebelum memutuskan mengambil posisi.
  • Karakter anda sabar dan rela menunggu posisi yang dipasang menjadi matang. Sama seperti petani yang menanam dan kemudian merawat tanamannya hari per hari sampai masa panen tiba.
  • Trader merupakan pemula yang sedang membangun kepercayaan dirinya dan ingin menghindari angka statistik kegagalan dalam dunia trading yang sangat tinggi (90% pemula akan mengalami kebangkrutan atau kegagalan besar di tahun pertamanya).

Mengapa tidak menggunakan strategi forex jangka panjang?

Tidak semua trader cocok dengan teknik trading ini, terutama yang berkarakter harus terus bergerak dan tidak sabar tanpa membuka posisi yang banyak. Untuk trader ini kami sarankan untuk banyak-banyak berlatih menggunakan virtual account dan mengetes kecepatan eksekusi transaksi oleh broker. Tanpa adanya broker dan koneksi internet yang sangat canggih, maka trading yang dilakukan dapat memberikan hasil yang buruk.

Jika trader tidak suka menghabiskan waktu untuk mengikuti berita ekonomi dan perkembangan situasi politik, regulasi, hubungan perdagangan. Maka cukup menjadi alasan tambahan untuk tidak menggunakan strategi forex jangka panjang.

Secara teknik, jangka panjang berarti memegang posisi hari per hari dan pasti terkena bunga “Swap”. Trader perlu berhati-hati dengan bunga “Swap” ini karena dapat memakan porsi profit yang besar.

Baca Juga:   Broker Forex yang Bebas Swap (Islami)

Alasan lain untuk tidak menggunakan stretegi trading forex jangka panjang adalah nilai returnnya yang dipastikan umumnya lebih kecil ketika transaksi yang terjadi banyak yang gagal.

Karakteristik Strategi trading forex  jangka panjang

a) Time frame digunakan:

Trader jangka panjang menggunakan kombinasi chart seperti monthly chart, weekly chart dan daily chart. Pada Monthly chart mereka menentukan arah pergerakan trend dan memperkirakan apakah trend akan berlanjut atau berbalik, selain dari chart teknikal mereka juga memantau perkembangan berita ekonomi, politik, dan berita lain yang dapat mempengaruhi mata uang. Pada weekly chart dan daily chart, trader mencari konfirmasi pola-pola teknikal untuk menentukan kapan harus masuk atau keluar posisi.

Contoh teknik analisa yang digunakan:

  1. Kombinasi Moving averages, RSI, MACD
  2. Demand dan supply
  3. Pola-pola candlestick dan Fibonacci Retracement
  4. Teknik trading Alligator Bill William
  5. Turtle trading oleh Richard Dennis

(Analisa dapat berbeda antara satu trader dengan trader yang lain, dengan sistem yang sama dapat menghasilkan hasil yang berbeda. Karena itu trader perlu mencari strategi trading yang cocok dengan pribadinya.)

Penulis sendiri mengawali trading dengan menggunakan kombinasi MACD, Moving averages, RSI dan candlestick. Seiring dengan waktu indikator terus ditambah seperti Stochastic Oscillator, Fibonacci Retracement, Cobra system dan seterusnya. Sampai akhirnya semua strategi itu dibuang dan hanya menggunakan chart ditemani dengan demand dan supply.

b) Pengaturan money management dan disiplin yang ketat

Inilah kunci dari trading yang paling menentukan apakah seorang trader akan berhasil atau gagal. Sebaik-baiknya strategi trading yang digunakan, tanpa pengelolaan money management yang baik hanya akan menyebabkan trader merugi walaupun sistemnya akurat.

Kesalahan umum yang terjadi dalam hal money management adalah:

  • Trading tanpa stop loss. Trader disiplin dalam melakukan posisi masuk, akan tetapi ketika posisi merugi maka dibiarkan floating dengan harapan posisi itu akan berbalik menjadi untung. Yang terjadi adalah posisi semakin rugi dan modal semakin habis kemudian terjadilah Margin Call.
  • Bertrading tanpa rencana trading. Trading adalah bisnis, dan bisnis yang baik pasti memiliki alur kerja dan juga peraturan-peraturan yang harus diikuti. Perusahaan besar yang tercatat di bursa saham pasti memiliki rencana apa saja yang akan dilakukan selama satu tahun kedepan. Ketika yang direncanakan tidak sejalan, maka pemimpin perusahaan akan mencari cara-cara lain untuk melindungi perusahaan dari kerugian. Jadi sebagai trader wajib untuk memiliki rencana trading dan pencatatan yang baik sehingga dapat dievaluasi bagaimana cara-cara menghindari kerugian dan mendapatkan keuntungan lebih besar.
  • Ketika untung hanya sedikit, tapi ketika rugi sangat besar. Misalkan dari 10 transaksi ada 8 transaksi untung. Setiap kali profit maka besar keuntungan adalah 2%, sedangkan ketika loss kerugiannya mencapai 10%. Jika dihitung, pada akhirnya trader ini mengalami kerugian sebesar 4%. (Angka ini belum ditambahkan lagi dengan biaya spread, komisi dan swap).

c) Perpaduan antara analisa teknikal dan analisa fundamental

Strategi trading jangka panjang tidak jauh dari kata analisa fundamental. Analisa fundamental memperhatikan indikator-indikator ekonomi makro dan mikro. Misal suku bunga, angka pengangguran, inflasi, penjualan retail, dan neraca perdagangan antar negara. Dari angka-angka indikator ekonomi ini kemudian analisa akan berkembang pada kebijakan yang ditempuh oleh bank sentral.

Bank sentral yang paling diikuti adalah The Fed (Amerika) , ECB (Eropa), Jepang (BOJ), Inggris (BOE). Ketika bank sentral ini merilis kebijakan ekonomi yang akan diterapkan dan memberikan gambaran pertumbuhan ekonomi ke depan. Maka akan terjadi reaksi di pasar yang menggerakkan mata uang.

Sebagai analis fundamental, trader akan memperkirakan perkembangan ekonomi berdasarkan kebijakan-kebijakan yang diambil bank sentral. Misalkan data ekonomi Amerika saat ini di sisi inflasi sedang naik, penjualan retail meningkat, lapangan pekerjaan juga mencatat angka pengangguran terendah. Dari seluruh data indikator ekonomi yang baik ini maka The Fed menunjukkan optimisme yang sangat tinggi sehingga meningkatkan kemungkinan untuk menaikkan suku bunga. Ekspektasi yang tinggi untuk kenaikan suku bunga otomatis mendorong dollar U.S naik secara signifikan. (Ekspektasi ini semakin tinggi ketika Jerome Powell menjadi kepala The Fed pada bulan Februari 2018)

Karena analisa fundamental sangat mendukung kenaikan nilai dollar U.S, maka trader kemudian menggunakan analisa teknikal untuk menentukan titik masuk.

Strategi Trading Forex Jangka Panjang

Misalkan dengan chart di atas ini, analis teknikal menemukan titik terbaik untuk mulai membeli dollar U.S ketika index sedang koreksi turun setelah kenaikan yang dimulai dari bulan Maret. Koreksi ini menyentuh daerah kotak kuning yang merupakan level Fibonacci Retracement. Dapat kita lihat index kemudian bergerak naik dan masih terus bergerak semakin tinggi di bulan Juli 2018. Ini adalah salah satu cara dalam mengkombinasikan analisa teknikal dan fundamental untuk melakukan trading.

Baca Juga:   Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dalam Trading Forex

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply