Support Dan Resistance Serta Perhitungannya Dengan Pivot Point

Bonus Welcome Deposit FBS

Support resistance pivot point forex tradingSupport dan resistance dalam forex trading pada dasarnya merupakan tingkat ketahanan harga yang bergerak di antara bullish dan bearish. Di dalam pasar finansial, harga terbentuk berdasarkan konsep dasar permintaan dan penawaran. Ketika terjadi kelebihan penawaran makan harga akan turun. Penawaran disebut juga dengan bearish atau aksi jual. Pergerakan harga yang terus menurun disebut dengan downtrend. Sebaliknya, ketika terjadi kelebihan permintaan maka harga akan naik. Permintaan disebut juga dengan bullish atau aksi beli. Pergerakan harga yang terus menanjak disebut dengan uptrend. Apabila permintaan dan penawaran seimbang maka disebut dengan sideways trend. Kunci dari pertemuan kekuatan permintaan dan penawaran inilah yang digambarkan dengan support dan resistance. Titik support maupun resistance merupakan level psikologis yang akan digunakan oleh para trader untuk mengambil keputusan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.

Support adalah batasan yang berada di bawah pergerakan harga yang seolah-olah menjadi lantai agar harga tidak terus menurun. Titik support ini biasanya dibentuk berdasarkan sekelompok harga terendah pada waktu yang lalu. Secara logis, harga yang turun mendekati titik support dan semakin murah akan membuat trader melakukan aksi beli dan mengurangi aksi jual. Saat harga mencapai titik support, diyakini bahwa permintaan akan lebih dari penawaran sehingga mencegah harga terus turun di bawah support.

Sebaliknya, resistance merupakan batasan yang berada di atas pergerakan harga yang seolah-olah menjadi atap agar harga tidak terus menanjak naik. Titik resistance biasanya ditentukan berdasarkan sekelompok harga tertinggi di waktu lalu. Sebagaimana support, secara logis harga yang mendekati titik resistance akan meningkatkan aksi jual. Dengan begitu diyakini permintaan akan mengalami kelebihan sehingga tidak menembus titik resistance.

Baca Juga:   Apa itu Pasar Modal ?

Bisa dikatakan, support dan resistance menjadi semacam batas bawah dan atas dari pergerakan harga. Biasanya akan terjadi ‘kesamaan pikiran’ diantara para trader secara berulang-ulang sehingga harga tidak terus berlanjut turun atau beranjak naik. Namun demikian, support dan resistance tidak selalu bertahan pada titik yang sama. Ketika pembelian atau penjualan terus terjadi maka titik support maupun resistance akan tertembus.

Ada kecenderungan ketika harga menembus support maka harga akan terus jatuh. Sebaliknya, jika harga menembus resistance maka harga akan terus meninggi. Tertembusnya support dan resistance akan membentuk baseline yang merupakan tingkat ketahanan harga yang baru. Jika resistance tertembus maka titik resistance itu akan menjadi support. Harga cenderung naik hingga ia menemukan resistance yang baru. Begitu juga sebaliknya pada support, tertembusnya support akan menjadi resistance baru dan harga akan terus menurun sampai menemukan titik support baru. Apabila pasar semakin sering menguji titik support atau titik resistance tanpa mampu membuat terobosan, maka titik support dan resistance akan semakin kuat. Sebaliknya, apabila terobosan terjadi, kekuatan pergerakan tergantung dari seberapa kuat titik support atau titik resistance bertahan sebelum terobosan terjadi.

Menentukan Support dan Resistance dengan metode Pivot Point

Bagi para trader yang belum terlalu mengenal support dan resistance, menentukan kedua titik ini terkadang sulit dilakukan. Ada banyak cara untuk menentukan titik support dan resistance. Salah satunya yang akan dibahas disini adalah metode pivot point. Kelebihan metode pivot point dibandingkan dengan metode lainnya adalah bahwa para trader di seluruh dunia memakai rumus sama untuk menghitung pivot, sehingga pivot menjadi level psikologis pasar yang paling sering digunakan oleh para trader untuk membuat keputusan. Pivot point sangat serupa dengan tingkat fibonacci. Perbedaan penting di antara keduanya adalah bahwa masih ada subjektifitas dengan tingkat fibonacci. Sementara dalam pivot point, metode perhitungan yang digunakan oleh para trader adalah sama.

Baca Juga:   Layanan Investasi Emas Logam Mulia di Pegadaian

Pivot point atau titik poros merupakan harga rata-rata yang dihitung berdasarkan harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah pada sesi perdagangan sebelumnya. Pivot point berguna untuk memperkirakan sentimen pasar dalam satu sesi perdagangan. Sesi perdagangan selanjutnya yang dibuka diatas pivot point diyakini akan mengalami menunjukkan sentimen bullish, sedangkan jika berada di bawah pivot point menunjukkan sentimen bearish.

Metode pivot point sendiri memiliki varian yang beragam. 4 varian yang terkenal adalah standar, Woodie, Fibonacci, dan Camarilla. Disarankan untuk tetap menggunakan metode standar dalam menghitung pivot points. Pada analisis pivot point, perkiraan support maupun resistance di level pertama ditentukan berdasarkan lebar kisaran antara pivot point dengan harga tinggi ataupun harga rendah di sesi sebelumnya. Titik support dan resistance  level kedua dihitung berdasarkan selisih harga tinggi dan harga rendah pada sesi sebelumnya. Berikut rumus untuk menentukan pivot point serta perkiraan titik support dan resistance.

PP = pivot point

Tinggi = harga tertinggi pada sesi sebelumnya

Rendah = harga terendah pada sesi sebelumnya

R = resistance (selalu berada di atas PP)

S = support (selalu berada di bawah PP)

PP = (High + Low + Close) / 3

R1 = (PP x 2) – Rendah

S1 = (PP x 2) – Tinggi

R2 = PP + (Tinggi – Rendah) = PP + (R1 – S1)

S2 = PP – (Tinggi – Rendah) = PP – (R1 – S1)

R3 = Tinggi + 2 x (PP – Rendah)

Baca Juga:   Emas Fisik Atau Emas Online

S3 = Rendah – 2 x (Tinggi – PP)

Harga akan cenderung berusaha menembus titik-titik pivot, support, dan resistance. Biasanya harga berada pada kisaran S1 dan R1 dan tidak menembus melebihi level R2 dan S2. Pada kenyataannya, memang pivot point memang tidak selalu sesuai dengan perhitungan. Sehingga banyak trader yang melakukan perubahan rumus pivot point sehingga cocok dengan cara trading yang mereka lakukan.

Metode pivot point juga dapat digunakan untuk teknik break, bounce, serta trending. Pivot point dapat digunakan untuk memperkirakan titik-titik pembalikan. Pivot point menjadi titik dimana perintah jual beli dapat ditempatkan. Cara paling mudah untuk menggunakan titik-titik pivot adalah dengan memperlakukan titik support dan resistance yang dihitung dengan metode ini sebagai titik support dan resistance biasa. Apabila harga mendekati S1 dan diyakini akan memantul maka aksi beli dapat dilakukan. Apabila diyakini akan menembus maka stop loss (batasan kerugian) bisa ditempatkan tepat di bawah S1. Sebaliknya untuk take profit, bisa ditempatkan pada pivot point atau R1. Sedangkan untuk teknik break, pivot point digunakan untuk mengindentifikasi tingkat kunci yang mesti terlewati. Ini menjadi klarifikasi bahwa breakout yang terjadi bukanlah false break (sinyal palsu).

Dalam forex, banyak pasangan mata uang yang biasanya mengalami fluktuasi antar tingkat pivot. Sehingga ia dapat menjadi sangat berguna. Sekalipun memang metode ini menjadi kurang efektif bila harga dipengaruhi oleh isu fundamental kuat. Namun, analisis dengan menggunakan pivot point saja sering tidak cukup. Untuk itu pivot point juga perlu dibarengi dengan penguasaan analisis teknikal lainnya seperti candlestick, crossover, dan teknik-teknik analisa forex yang lainnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Reply