Terbelit Negosiasi AS-China, AUD/USD Tumbang Pasca Rilis Notulen RBA

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD merosot sekitar 0.5 persen ke kisaran 0.6745 dalam perdagangan hari Selasa ini (15/10) di tengah meningkatnya kegelisahan pasar terkait rancangan kesepakatan dagang antara AS-China. Rilis notulen rapat bank sentral Australia (RBA) juga gagal menopang nilai tukar Aussie, karena mengungkapkan kecenderungan untuk mendukung pemangkasan suku bunga guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

AUDUSD Tumbang Pasca Rilis Notulen RBA

Notulen rapat RBA bulan Oktober 2019 menguak terjadinya perdebatan diantara anggota dewan mengenai perlunya pemangkasan suku bunga. Sejumlah anggota khawatir jika pemangkasan suku bunga ke rekor terendah sepanjang masa justru akan mengakibatkan kenaikan harga perumahan dan gagal menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Dalam rapat saat itu, RBA akhirnya menetapkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 0.75 persen, karena besarnya kecemasan mengenai sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran dianggap kurang rendah dan mengancam pencapaian target inflasi.

“Anggota (rapat RBA) mencatat bahwa forecast bank sentral terbaru mengisyaratkan data pengangguran dan inflasi dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan akan gagal mencapai target bank sentral,” papar notulen tersebut. Lanjutnya, “Data-data terbaru belum mengubah penilaian itu secara nyata, dan sebaliknya, malah berada pada sisi yang lebih lemah. Tingkat pertumbuhan gaji yang lemah juga mengisyaratkan bahwa perekonomian masih memiliki kapasitas sisa.”

Baca Juga:   USD / JPY Tergelincir Pada Data Pertumbuhan China, Penjualan Rumah AS

Dibandingkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi, anggota rapat RBA menilai potensi kenaikan harga properti tak mengancam stabilitas keuangan dan makroekonomi. Namun, mereka setuju bahawa penilaian tersebut perlu dievaluasi lagi di masa depan.

Analis menilai notulen rapat RBA tidak mengubah outlook kebijakan bank sentral dalam waktu dekat. Sementara itu, pelaku pasar terus mengamati perkembangan dalam negosiasi dagang AS-China. Dolar Australia ikut terpengaruh oleh ketidakpastian ini, karena status China sebagai salah satu destinasi ekspor utama negeri Kanguru.

Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang fase 1 dalam pekan lalu, sejumlah rumor tak sedap mulai merebak. Bloomberg hari ini melaporkan bahwa China menginginkan satu ronde negosiasi tingkat tinggi lagi pada akhir bulan ini guna mematangkan kesepakatan tersebut. Artinya, kesepakatan dagang fase 1 itu belum final dan belum tentu ditandatangani oleh AS maupun China.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply