Tingkat Pengangguran Inggris Tetap Terendah, Sterling Stabil

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD mempertahankan posisi tertinggi tiga hari, meskipun sedikit melandai di kisaran 1.2914 pasca rilis data ketenagakerjaan Inggris hari Selasa ini (9/2). Poundsterling justru menguat terhadap Euro dan Yen. Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Eropa, posisi EUR/GBP melandai 0.15 persen ke kisaran 0.8734, sedangkan GBP/JPY naik tipis sekitar 0.1 persen ke sekitar 143.01.

Sterling Stabil

Kantor statistik Inggris melaporkan bahwa pengajuan klaim pengangguran bulanan meningkat sebesar 14.2k dalam bulan Januari 2019, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi awal yang dipatok pada 12.3k. Meski demikian, peningkatan itu masih di bawah kenaikan 20.2k pada bulan Desember lalu, serta merupakan level terendah sejak bulan September 2018.

Data Average Earnings Index+Bonus juga sedikit meleset dari ekspektasi pada bulan Desember. Indeks hanya meningkat 3.4 persen, padahal diestimasikan naik 3.5 persen. Untungnya, data Average Earnings Index (ex Bonus) memenuhi ekspektasi pertumbuhan 3.4 persen dalam periode yang sama, sekaligus mempertahankan laju kenaikan tertinggi dalam satu dekade.

Tingkat pengangguran menutup rangkaian data sektor ketenagakerjaan ini dengan catatan positif. Tingkat pengangguran bulan Desember dilaporkan tetap 4.0 persen, sama dengan periode sebelumnya dan sesuai dengan estimasi awal. Selain itu, angka ini juga menandakan bahwa pengangguran di Inggris tetap berada pada rekor terendah sejak Februari 1975.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 01/04/2019 - PENGAMAT : HARGA TIKET BUKAN FAKTOR TUNGGAL PENUMPANG PESAWAT TURUN

Perlu diketahui, bank sentral Inggris telah memaparkan bahwa terus berlanjutnya kenaikan gaji dan kokohnya laju inflasi melandasi urgensi kenaikan suku bunga secara bertahap. Walaupun mereka juga mengisyaratkan takkan merubah kebijakan moneter sebelum masalah ketidakpastian Brexit menemukan titik terangnya, tetapi serangkaian data ketenagakerjaan tadi mendongkrak ekspektasi pasar akan dinaikkannya suku bunga Inggris dalam tahun ini.

Berikutnya, pelaku pasar akan kembali memantau perkembangan upaya penyelesaian rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Kabar terbaru menyebutkan bahwa partai Buruh, yang merupakan faksi oposisi pemerintah Inggris, tengah mengalami perpecahan dan sejumlah anggota parlemen dari partai itu menyatakan mengundurkan diri. Apabila hal itu benar, maka dimungkinkan kalau partai Konservatif yang mendukung pemerintahan PM Theresa May bisa mendapatkan suara tambahan untuk mengesahkan kesepakatan Brexit yang telah dibuat bersama dengan Uni Eropa.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply