Tiongkok Akan Pangkas Cukai, Galang Dukungan Dalam Perang Dagang

Bonus Welcome Deposit FBS

Tiongkok berencana memangkas rata-rata tarif impor dari mayoritas negara mitra dagangnya, secepat-cepatnya pada bulan depan. Langkah tersebut diharapkan akan memangkas dampak perang dagang bagi konsumen, seiring dengan makin sengitnya konflik dengan Amerika Serikat. Demikian dilaporkan oleh Bloomberg kemarin malam (20/September), berdasarkan informasi dari sumber yang tak disebut namanya.

Dengan dukungan kabar tersebut, pasangan mata uang AUD/USD hari Kamis ditutup menguat pada level tertinggi tiga pekan di level 0.7291. Namun, Aussie yang sering dianggap sebagai proxy Tiongkok di pasar uang internasional karena kedekatan hubungan dagangnya dengan negeri Panda, kembali melandai ke kisaran 0.7285 pada perdagangan hari Jumat ini (21/September) lantaran masih minimnya rincian.

Tiongkok Akan Pangkas Cukai

Kedua narasumber Bloomberg menolak disebut nama, karena rencana ini belum resmi akan dirilis ke media. Pada hari Rabu, perdana Menteri Li Keqiang telah mengatakan bahwa Tiongkok akan memangkas bea impor, tetapi belum memberikan rincian lebih lanjut.

Belum jelas mengenai apakah pemangkasan tarif impor itu akan berpengaruh juga bagi barang-barang yang didatangkan dari AS dan saat ini dikenai bea impor lebih tinggi dalam upaya Beijing membalas langkah Washington memberlakukan bea tinggi juga atas ekspor mereka ke AS. Berdasarkan aturan World Trade Organization (WTO), pemangkasan tarif impor seharusnya diberlakukan sama rata atas semua negara.

Baca Juga:   NZD / USD Naik Ke Tertinggi Lebih Dari 1 Bulan

Yang diketahui jelas adalah saat ini negeri Tirai Bambu tengah berupaya mendongkrak aktivitas ekonomi domestik yang kini menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Sebelumnya, mereka juga telah menjalankan pemangkasan tarif serupa atas sejumlah barang konsumsi tertentu pada bulan Juli.

“Langkah ini sejalan dengan strategi lama Tiongkok,” ujar Nicholas Lardy, seorang pakar mengenai Tiongkok di Peterson Institute for International Economics, Washington, “Langkah ini mengandung manfaat tambahan, dapat mendorong perusahaan-perusahaan AS komplain lebih keras karena strategi Trump (memancing perang dagang) membatasi akses mereka ke pasar Tiongkok (yang bisa diakses dengan lebih mudah dan murah oleh pesaing dari negara lain -red).”

Namun, tak semua orang menilai ini sebagai upaya untuk menggalang dukungan di tengah perang dagang. “Dengan memangkas cukai, Tiongkok mengirim pesan bahwa mereka akan terus membuka diri dan melanjutkan reformasi, tak peduli bagaimana perang dagang berkembang. Hal ini seperti komitmen bagi masyarakat domestik dan internasional,” ungkap Tommy Xie, seorang ekonom di Oversea-Chinese Banking Corp Ltd, Singapura.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply