4 Tipe Trader Forex yang Perlu Anda Ketahui

Bonus Welcome Deposit FBS

Anda seorang trader forex? Termasuk tipe seperti apakah Anda? Apakah trader Scalper, Day Trader, Swing Trader atau Option Trader.

Tipe-tipe trader tersebut mencerminkan bagaimana karakteristik / gaya trading-nya. Ini terlihat dari seberapa cepat berharap meraih keuntungan, bagaimana strategi perdagangan yang digunakan, analisis / chart yang dipakai untuk membantu memaksimalkan tradingnya.

Tipe Trader Forex

Tipe Trader Forex yang Perlu Anda Ketahui

Untuk lebih memahami tentang tipe trader forex, berikut ulasannya.

  1. Scalper

Menjadi tipe trader yang satu ini dibutuhkan kecepatan dan kejelian. Scalper memanfaatkan dengan baik momen perdagangan selama beberapa detik hingga paling lama beberapa menit. Tipe scalper disebut sebagai trader pemberani. Dia dapat melihat peluang terkecil dari pasar dan mengubah menjadi profit baginya.

Tujuan utama dari tipe trader ini adalah mengambil sejumlah kecil pips sebanyak-banyaknya, sepanjang waktu tersibuk di market.

Dia melihat peluang harga akan naik atau pun turun hanya dalam hitungan detik saja. Sederhananya, peluang sekecil apapun bisa diubah menjadi profit. Apabila harga berbalik arah, tipe ini akan secepatnya keluar dari perdagangan.

Trader scalper menggunakan analisis teknikal dengan bantuan grafik terkecil dari periode grafik harga itu. Biasanya, grafik yang digunakan TF 5 menit dan 15 menit untuk buka posisi. Indikator yang digunakan dalam analisis tren, pada umumnya menggunakan Moving Average, Bolinger Bands, dll.

Baca Juga:   Apa itu Forexcopy dan Broker yang Menyediakan Layanan Forexcopy

Tipe scalper juga cermat dalam memilih broker sebagai partner tradingnya karena dibutuhkan broker yang mendukung teknik scalping.

  1. Day Trader

Tipe yang kedua adalah Day Trader. Bagi tipe trader ini, biasanya memilih waktu di awal hari, lalu bertindak berdasarkan strateginya, dan menyelesaikannya dengan profit atau loss. Trader ini tidak melakukan perdagangan dalam tempo semalam.

Day Trader lebih menggunakan kedua analisis, baik itu teknikal maupun fundamental. Biasanya, faktor analisis fundamental harian pada kalender ekonomi, indikator / grafik, dan analisis teknikal menjadi andalannya.

Day Trader memiliki target profit setidaknya 30-50 poin setiap hari. Grafik yang digunakan dalam trading forex dengan TF 15 menit untuk posisi entry dan jika ingin melihat tren keseluruhan menggunakan grafif TF 4 jam.

Faktor kedua analisis, teknikal dan fundamental, yang menjadi pertimbangan bagi trader tipe ini, menjadi salah satu kelemahannya. Terkadang, karena entry yang dipaksa masuk di analisis teknikal, disiplin seorang Day Trader menjadi goyah. Mereka dapat mengabaikan strategi trading karena mengikuti tren / berita fundamental tertentu.

  1. Trader Swinger
Baca Juga:   Apa itu Analisa Teknikal ?

Seorang trader swinger sangat memperhatikan dengan cermat analisis fundamental dalam gaya tradingnya. Sebagai contoh, apabila sebuah negara akan menetapkan suku bunga di waktu mendatang, swinger sudah mempersiapkannya sejak dini.

Mereka akan menetapkan posisi order Beli di mata uang tersebut, dengan tujuan agar dapat melakukan swing (ayunan) terkait posisi tersebut. Berita fundamental, terutama ekonomi makro, menjadi perhatian utama trader ini. Dia berharap dengan berita fundamental tersebut dapat menggerakkan harga 200-300 poin.

Biasanya, trader ini dapat membuka posisi lebih dari 1 hari untuk memperoleh keuntungan hingga 100-200 poin. Grafik yang digunakan biasanya TF 15 menit untuk posisi entry dan untuk melihat tren keseluruhan menggunakan grafik TF 1 hari.

Trader swinger lebih mengutamakan fundamental forex yang berdampak besar dan mengabaikan berita-berita yang berdampak kecil atau hanya sekilas. Bahkan, dia bisa floating minus sampai 150 poin untuk memanfaatkan berita fundamental utama. Biasanya, trader ini memiliki modal yang besar untuk menahan posisinya serta aspek psikologis yang baik.

  1. Position Trader

Tipe trader posisi (position trader) adalah mereka yang melakukan aktivitas perdagangan yang bisa berlangsung selama beberapa minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun. Trader tipe ini merupakan tindak lanjut dari tipe sebelumnya, yang mengandalkan faktor fundamental utama dalam membuat keputusan trading.

Baca Juga:   Mengapa Berinvestasi di Saham ?

Memiliki modal yang besar dalam melakukan perdagangan dengan mengharapkan profit yang besar pula.

Sebagian besar trader posisi akan menggunakan grafik mingguan atau bulanan dalam rangka mendapatkan gambaran besar dari perdagangan forex. Trader ini berkebalikan dengan Day Trader yang lebih bertujuan mendapatkan keuntungan dari tren utama jangka panjang, daripada fluktuasi harian jangka pendek.

Trader posisi bisa menggunakan kombinasi antara analisis fundamental dan teknikal dalam membuat keputusan perdagangan. Mereka juga sering melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi pasar.

Itulah beberapa tipe trader forex yang perlu Anda tahu, terutama bagi yang baru terjun ke dunia forex. Tidak peduli gaya / tipe apa yang Anda pilih, pastikan memang benar-benar sesuai dengan kepribadian Anda.

Selalu mengubah gaya trading dapat menjerumuskan Anda kepada masalah, karena ketidakdisiplin dalam melakukan keputusan perdagangan.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply