Tips dan Cara Agar Tidak Kena Investasi Bodong

Bonus Welcome Deposit FBS

Hingga saat ini investasi abal-abal masih terus menjadi kedok tindak penipuan karena ulah beberapa oknum tak bertanggungjawab yang berniat mengail di air keruh. Alasan dipilih investasi sebagai kedok adalah aktivitas ini dianggap merupakan jalan paling gampang untuk mengeruk modal  dalam jumlah besar dari masyarakat. Apalagi saat ini minat masyarakat untuk mengembangkan dananya dalam investasi semakin meningkat sehingga dari tahun ke tahun investasi abal-abal semakin massif terjadi  serta memakan banyak korban.

Kondisi tersebut tentunya sangat disayangkan mengingat pihak-pihak berwenang telah begitu sering memberikan peringatan serta edukasi kepada masyarakat, namun faktanya kasus yang lama terus- berulang dengan jumlah kerugian serta korban yang meningkat semakin fantastis. Sebagaimana yang dimuat di koran Kompas, SWI (Satgas Waspada Investasi) selama beberapa tahun terakhir ini bertindak dengan memberhentikan lembaga-lembaga investasi illegal yang jumlahnya setiap tahun terus meningkat.

Di tahun 2016 ada 71 perusahaan investasi bodong yang dinonaktifkan, di tahun 2017 ada 80 lembaga, dan di 2018 jumlahnya semakin meningkat menjadi 108 perusahaan investasi illegal. SWI juga memaparkan bahwa masyarakat merugi hingga 105.8 triliun rupiah sepanjang tahun 2007 hingga 2017, dan jumlah total kerugian hingga sepanjang 2018 masih belum diketahui. Tentu saja yang semakin menjadi PR bagi pemerintah adalah perlunya terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Panduan Menghindari Investasi Bodong

Tips dan Cara Agar Tidak Kena Investasi Bodong

Yang menjadi alasan mengapa masih banyak orang jadi korban penipuan investasi abal-abal ini adalah kurangnya pengetahuan akan investasi ditambah iming-iming keuntungan besar yang tentunya sangat menggiurkan dan disampaikan dengan begitu meyakinkan. Karena itu agar terhindar dari jebakan penipuan seperti ini seharusnya masyarakat semakin cerdas dalam mencermati beragam tawaran investasi.

Bagi calon investor sangat penting untuk memahami serta mengenali resiko investasi, mana yang layak dan mana yang tidak, serta produk investasi mana yang benar-benar berguna untuk mengembangkan dana yang Anda miliki. Berikut ini adalah panduan untuk menghindari investasi abal-abal untuk menambah wawasan serta  membantu merencanakan keuangan Anda.

  • Waspada akan return yang tidak masuk akal
Baca Juga:   7 Jenis Investasi yang Nilainya Terus Meningkat Tiap Tahun

Anda seharusnya waspada bila ada yang menawarkan produk investasi dengan imbal hasil yang tidak masuk akal. Investasi-investasi abal-abal berupaya menjebak korbannya dengan menawarkan return atau imbal hasil yang terlalu fantastis. Contohnya keuntungan mencapai 5% hanya dalam jangka waktu 1 bulan, atau jumlah return per tahun yang menacapai 40%  hingga 50% serta jumlahnya pasti. Padahal yang disebut investasi itu selalu mempunyai resiko. Semakin besar return yang dihasilkan, resiko yang menyertainya juga semakin besar.

Jumlah return yang mencapai 50% per tahun dapat dibilang terlalu besar dan sangat mustahil. Dengan iming-iming tersebut diharapkan banyak investor bersedia menanamkan modalnya dengan jumlah besar. Bagi Anda yang telah memahami dunia investasi atau bahkan sudah berpengalaman berkecimpung dalam bidang tersebut, tentunya bisa menilai bahwa tawaran tersebut mencurigakan, tapi masalahnya, untuk para pemula dalam hal penanaman modal iming-iming demikian tentu sangat menggoda.

Selain mewaspadai tawaran investasi bodong, Anda juga sebaiknya mengenal serta mempelajari berbagai instrument investasi beserta seluruh resikonya untuk mengantisipasi tindak penipuan.

  • Status hukum investasi

Investasi abal-abal tentu saja tak mempunyai kekuatan atau pengakuan hukum alias illegal. Akibatnya Anda  tidak akan mendapat jaminan pertanggungjawaban akan hak-hak Anda. Tentu saja resiko bagi investor sangat besar karena beragam kemungkinan dapat terjadi pada dana yang Anda tanamkan. Bila suatu saat instrument investasi yang Anda ikuti bermasalah, pemodal tak memiliki perlindungan hukum atas dana yang telah Anda tanamkan.

Baca Juga:   3 Pinjaman Online Indonesia Berbasis Syariah Yang Terdaftar di OJK 2019

Karena itu sebelum berpartisipasi pada suatu aktivitas investasi Anda harus memastikan legalitas hukum perusahaan atau gampangnya harus mengantongi perizinan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Pihak dimaksud adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seandainya investasi tersebut beroperasi dalam bidang koperasi tentunya perizinan yang dibutuhkan dikeluarkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM. Sementara investasi yang bergerak dalam bidang perdagangan regulasi untuk itu akan dikeluarkan oleh Kemendag (Kementrian Perdagangan).

Investasi yang berbentuk MLM (Multi Level Marketing) dalam menjalankan operasi bisnisnya harus di bawah perizinan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Intinya yang penting untuk  dilakukan calon investor adalah mencermati status hukum lembaga investasi sebaik mungkin.

  • Struktur organisasi

Suatu perusahaan tentunya mempunyai struktur organisasi yang jelas, mulai dari posisi yang paling tinggi sampai paling rendah. Hal ini tentunya tidak akan Anda temui pada lembaga investasi penipu karena perusahaan didirikan secara sembarangan atau hanya sebagai formalitas saja. Karena itu Anda tidak akan menemui standar organisasi professional pada lembaga demikian ini.

Jadi sebelum memutuskan untuk menyetorkan dana Anda pastikan untuk mencermati struktur organisasi lembaga/perusahaan dengan sebaik mungkin. Anda seharusnya mundur bila menilai struktur organisasi perusahaan yang memberi tawaran produk investasi tersebut tidak jelas.

  • Memperhatikan aktivitas usaha yang dijalankan

Salah satu komponen terpenting dalam lembaga investasi adalah aktivitas bisnis yang dijalankan untuk mendapatkan imbal hasil. Contohnya pada investasi reksadana yang mengandalkan pasar uang dan sekuritas untuk mengembangan modal investor. Mayoritas investasi bodong tak dapat menunjukkan dengan jelas aktivitas bisnis yang dijalankan, atau seandainya ada kegiatan bisnis itu pun terkesan seadanya. Perusahaan hanya  berkonsentrasi pada aktivitas penghimpunan dana nasabah saja.

Baca Juga:   Mengenal Reksadana Syariah, Cara Kerja, Dan Keuntungannya

Jadi ingatlah untuk menyelidiki aktivitas bisnis yang dijalankan oleh pihak perusahaan penyedia instrument investasi. Mintalah bukti-bukti aktivitas tersebut termasuk operasional usaha yang mereka lakukan. Inilah salah satu upaya untuk menghindari menjadi korban penipuan investasi sebagaimana yang sudah sering terjadi.

  • Mempelajari system rekrutmen

Berikutnya adalah memperhatikan system perekrutan yang dijalankan. Perlu Anda ketahui bahwa umumnya investasi abal-abal akan menerapkan system rekrutmen investor secara langsung dan ini akan berdampak kepada imbal hasil yang kita dapatkan. Bila kita berhasil merekrut banyak orang dan masing-masing menyetorkan dana yang besar maka return yang kita dapatkan juga semakin besar. Hal ini tak dapat dilakukan dalam lembaga investasi yang legal. Sebagai investor yang perlu Anda lakukan hanyalah menanamkan modal serta melakukan monitoring akan investasi tersebut secara teratur. Perusahaan investasi seharusnya tak memberi beban nasabah dengan meminta mereka merekrut anggota.

  • Lokasi yang jelas

Lembaga investasi professional harus mempunyai alamat kantor yang jelas. Sebagai perusahaan jasa tentunya lembaga tersebut ingin memberikan citra yang baik untuk menarik kepercayaan calon nasabah. Dengan catatan perushaan tersebut benar-benar professional dan legal. Jadi bila tidak ada kejelasan bahkan terkait alamat perusahaan, sebaiknya Anda berhati-hati.

  • Mengenali resiko berbagai produk investasi

Terlepas dari berbagai tindak penipuan yang berkedok investasi, tak dapat dipungkiri bahwa aktivitas penanaman modal ini memang selalu dibayangi resiko, walaupun Anda juga berkesempatan untuk mendapatkan return berlipat ganda. Karena itu sangat penting untuk mengenali dan mempelajari berbagai resiko yang bisa terjadi agar tidak menimbulkan kekecewaan di akhir nanti.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply