4 Tips Mengelola Keuangan Untuk UMKM Biar Terhindar Dari Bangkrut

Bonus Welcome Deposit FBS

Operasional keuangan dalam sebuah usaha merupakan hal yang sangat vital dalam menentukan berjalannya usaha sebagai faktor internal yang paling sensitif. Para pemilik usaha wajib memperhatikan pengelolaan keuangan agar dapat mengetahui kondisi dana yang berputar dalam usahanya agar dapat terhindar dari kebangkrutan.

UMKM Menghadapi Era Industri 4.0

Saat ini kita semua mulai memasuki era baru dimana dalam mengembangkan usaha menggunakan teknologi yang semakin canggih dan maju untuk dioptimalkan. Kemajuan teknologi ini tentunya dapat dimanfaatkan dalam mengelola pengaturan keuangan dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta dapat dioptimalkan dalam menyebarluaskan produk.

Tidak dapat dipungkiri lagi dengan masuknya kita ke era industri 4.0 ini, cara hidup kita, cara kerja, dan cara usaha yang dijalankan pun akan berubah menjadi semakin bervariasi karena menggunakan sistem teknologi tertentu dalam melakukan perputaran usahanya dimana sebenarnya melakukan usaha pun akan semakin mudah jika para pengusaha dapat menyesuaikan diri dengan teknologi industri 4.0 ini.

Istilah revolusi industri 4.0 ini diawali dari sebuah proyek strategis teknologi canggih dari pemerintah Jerman, dimana operasional kinerja pada semua usaha skala besar mengutamakan sistem komputerisasi. Revolusi industri 4.0  ini diangkat kembali tahun 2011 di Hannover Fair, Jerman, lalu di bulan Oktober 2012, Working Group On Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan revolusi industri 4.0 pada pemerintah Jerman.

Revolusi industri sendiri pertama kali terjadi pada tahun 1750-1830 yang dimulai dengan adanya mesin uap dan kereta api. Penggunaan mesin ini diperuntukkan menggantikan tenaga manusia dan hewan dalam proses produksi dan distribusi barang pada berbagai jenis usaha. Hal ini pun berguna dalam melaksanakan mekanisasi sistem produksi.

Kemudian revolusi industri kedua terjadi sekitar tahun 1870-1900, dimana yang menandainya adalah dengan munculnya penemuan listrik, alat komunikasi (telegram), bahan-bahan kimia dan minyak. Pada tahap revolusi ini, para pengusaha menggunakan berbagai hal tadi untuk melakukan konsep produksi secara massal.

Baca Juga:   Bisnis Rumahan Dengan Modal Kecil untung Besar

Lalu revolusi industri ketiga terjadi pada tahun 1960 hingga sekarang, ditandai dengan ditemukannya komputer pertama, penciptaan internet serta mesin pencari serta telepon genggam. Pada revolusi ini berbagai skala usaha mulai berbenah menggunakan komputer, internet dan telepon genggam untuk mengelola usahanya termasuk dalam hal keuangan.

Dan di era industri keempat ini adalah era dimana beberapa jenis teknologi dari fisika, digital dan biologi digabungkan, sehingga hasilnya dapat memunculkan berbagai jenis lapangan kerja yang baru dimana sebelumnya pada era industri ketiga belum pernah ada. Dan hal lebih lainnya di era industri keempat ini para pengusaha bisa semakin mudah untuk melakukan inovasi baru dalam mengembangkan dan memanfaatkan berbagai hal sebagai ladang usaha.

Hal yang paling terasa menonjol pada revolusi industri 4.0 ini adalah kemajuan teknologi telepon genggam dan berbagai sistem aplikasi internet. Keduanya mampu menciptakan berbagai lapangan kerja dan bentuk usaha yang baru. Ini tentu saja dapat akan berefek pula kepada pengurangan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan.

Hanya dengan telepon genggam atau saat ini disebut dengan smartphone kita dapat mengetahui kondisi cuaca, keadaan lalu lintas, rute perjalanan, mengelola investasi, mengatur keuangan dengan melalui mobile banking, terlebih lagi saat ini muncul sistem transportasi online baik motor maupun mobil, ada pula jasa pengiriman makanan, memesan tiket perjalanan dan sebagainya.

Tentunya kemajuan teknologi di era industri 4.0 ini dapat pula membantu mengoptimalkan usaha mikro, kecil dan menengah agar dapat meningkatkan daya saing dan daya tarik di masyarakat dengan cukup menggunakan smartphone untuk melakukan berbagai jenis komunikasi dan transaksi jual beli serta promosi.

Baca Juga:   Mengenal CPA dan Revenue Share pada Bisnis Afiliasi Forex

Terlebih lagi saat ini begitu banyak aplikasi media sosial yang dapat diperoleh dengan cuma-Cuma. Para pengusaha dapat menggunakan media sosial untuk membantu memperluas jaringan promosi atas produknya kepada skala pasar yang lebih jauh dan luas dan dalam melakukan transaksi pun dapat dengan mudah menggunakan sistem mobile banking.

Termasuk dalam hal pengaturan pengelolaan keuangan, bisnis saat ini dapat menggunakan sistem komputer pada aplikasi tertentu untuk merekap besaran dana yang dijadikan sebagai modal tetap, besaran pendapatan yang diterima melalui dana transfer, besaran pengeluaran, dan menghitung saldo.

Tips Mengelola Keuangan Pada UMKM

Tips mengelola keuangan bagi UMKM

Kinerja pada sebuah roda usaha akan ditentukan kualitasnya berdasarkan seberapa baik para pemilik usaha mengatur pengelolaan keuangannya. Karena jika keuangan dalam sebuah usaha tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak buruk kepada ketahanan usaha itu sendiri, sejauh mana dia akan kuat menghadapi saingan dari pengusaha lainnya.

Apalagi saat ini kita sudah memasuki era industri 4.0 yang mana tentunya daya saing semakin meningkat karena berbagai inovasi pun semakin cepat untuk diciptakan dengan adanya kemudahan yang dimunculkan dari kecanggihan teknologi terkini, dimana banyak para pemilik usaha berlomba-lomba memanfaatkannya.

  • Pertama, langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pemilik usaha dalam mengelola keuangan biar usahanya tidak bangkrut salah satunya jangan sampai membelanjakan modal dasar untuk keperluan di luar yang sudah ditetapkan sebelumnya, karena jika malah digunakan, maka akan berdampak kepada terganggunya perputaran usaha selanjutnya.

Terkadang banyak juga para pemilik usaha yang menggunakan modal dasar untuk dipakai keperluan lain untuk menutupi kekurangan pada hal tersebut. Justru hal ini menandakan pemilik usaha belum mampu mengelola keuangan dengan baik, karena seharusnya modal dasar tidak boleh dipakai kecuali untuk digunakan sebagai pemutar roda usaha.

  • Kedua, hal yang mesti diperhatikan adalah para pemilik usaha harus melakukan pencatatan keuangan dengan rapih, tertib dan baik. Inilah yang paling sensitif, karena berhubungan langsung dengan nominal angka yang berputar selama usaha berjalan. Oleh karena itu bagian pencatatan ini haruslah sangat teratur dan teliti.
Baca Juga:   Bisnis Sampingan Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Proses pencatatan ini wajib dilakukan guna untuk mengetahui berapa besaran arus kas yang masuk, kemudian aliran dana yang keluar, hingga saldo dari keseluruhan. Semua itu tentu menggunakan teknologi komputer pada aplikasi tertentu agar bisa lebih membantu dalam melakukan pencatatan keuangan.

  • Ketiga, bagian berikutnya adalah janganlah besar pasak daripada tiang, maksudnya para pemilik usaha harus pandai dalam menerawang kondisi perkembangan serta perubahan pasar yang terjadi seperti apa, hal itu wajib dilakukan agar pengusaha dapat mengatur jumlah produksi agar bisa menghindari pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan.
  • Keempat, belajar teknik pengelolaan keuangan dari ahlinya. Saat ini, banyak workshop termasuk tools atau aplikasi khusus untuk pengelolaan keuangan. Tidak ada salahnya untuk mengikuti workshop tersebut dan membeli aplikasi pengelolaan keuangan. Saat ini ada juga aplikasi gratis yang bisa digunakan untuk mengelola keuangan. Keuangan akan menjadi lebih rapi dan sistematis.

Jadi itulah tips-tips yang harus diperhatikan oleh para pemilik usaha dalam mengelola keuangannya agar tidak jatuh bangkrut karena buruknya dalam operasional keuangan internalnya. Ingat, pengelolaan keuangan yang buruk merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi kinerja usaha juga ikut memburuk. Semoga bermanfaat.

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply