Tips Mengendalikan Stres Dalam Trading Forex

Bonus Welcome Deposit FBS

Apa yang Anda bayangkan saat mulai trading forex? Banyak orang mulai trading dengan bayangan akan memperoleh keuntungan dengan mudah tanpa susah payah. Namun, realitanya, trading forex membutuhkan proses belajar, latihan, dan rutinitas yang melelahkan juga seperti halnya berbagai bisnis lain. Trader forex hanya bisa sukses jika ia meluangkan banyak waktu untuk menganalisis pasar. Begitupun, keuntungan belum tentu bisa diperoleh jika pergerakan harga di pasar ternyata berlawanan dengan perkiraan awal.

Faktanya, tak sedikit trader yang sudah sukses maupun belum sukses memilih untuk berhenti, karena merasa stres dalam trading forex. Mudah sekali untuk merasa jenuh terhadap rutinitas analisis pasar harian, maupun merasa tertekan ketika menyaksikan fluktuasi harga di pasar. Apalagi jika kerugian dalam suatu posisi trading ternyata jauh melampaui batas toleransi kita, maka muncullah godaan untuk berhenti di tengah jalan.

Situasi semacam itu sering sekali terjadi. Oleh karenanya, penting sekali bagi semua trader untuk mengetahui cara mengendalikan stres yang muncul akibat trading forex. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  1. Hindari Teknik Trading Scalping

Tahukah Anda, apa itu scalping? Scalping adalah teknik trading yang mengincar realisasi keuntungan sangat kecil dari banyak posisi trading. Target keuntungan hanya sekitar 5-15 pip per posisi, sehingga pengguna teknik scalping (disebut scalper) harus membuka posisi trading antara puluhan hingga ratusan per hari untuk mencapai target profit. Sepintas, teknik ini kelihatan mudah sekali, karena trader bisa merealisasikan profit per posisi trading dalam hitungan menit saja. Apalagi trader pemula seringkali tak cukup sabar untuk menjalankan teknik trading lain yang membutuhkan waktu beberapa jam atau beberapa hari untuk merealisasikan profit.

Realitanya, teknik scalping malah berpotensi menjadi pemicu stres paling akut bagi trader forex. Masalah utama bersumber dari banyaknya posisi trading yang harus dibuka-tutup oleh trader setiap hari. Frekuensi trading yang tinggi dikombinasikan pula dengan instabilitas infrastruktur digital di Indonesia. Umpama Anda memiliki 10 posisi floating, lalu mendadak mati listrik atau koneksi internet lenyap. Ketika situasi itu hanya terjadi sekali-dua kali, Anda mungkin hanya ngomel-ngomel karena kerugian paling-paling beberapa Dolar AS. Namun, apabila situasi seperti itu terjadi berulang kali dengan potensi kerugian total mencapai ratusan atau bahkan ribuan Dolar AS, maka stres pun tak terelakkan lagi.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Bitcoin

Tips Mengendalikan Stres Dalam Trading Forex

Tips terbaik bagi Anda: hindari teknik trading scalping. Banyak sekali teknik trading yang layak dicoba, misalnya Day-Trading. Day-Trader juga membuka dan menutup posisi dalam satu hari yang sama, tetapi frekuensi open posisi jauh lebih sedikit daripada scalper. Day-Trader juga tak perlu memelototi layar komputer setiap saat, karena realisasi profit yang diharapkan paling-paling baru akan terwujud dalam hitungan beberapa jam.

  1. Pasang Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) untuk Setiap Posisi Trading

Ada himbauan di kalangan trader agar jangan memasang SL dan TP, karena anggapan bahwa SL dan TP bisa “diintip” dan “dimanipulasi” oleh broker. Sebenarnya, ini merupakan mitos menyesatkan. Asalkan Anda bergabung dengan broker forex teregulasi dan terpercaya, maka broker tidak akan melakukan manipulasi seperti itu. Di sisi lain, Anda justru bakal mudah terkena stres gara-gara trading tanpa TP dan SL.

Tanpa SL dan TP, Anda harus terus-menerus memantau posisi trading melalui laptop/PC ataupun gadget untuk close posisi secara manual pada monen yang tepat. Akibatnya, kondisi psikologis Anda malah lebih mudah terkena stres lantaran menyaksikan fluktuasi pergerakan harga di pasar yang luar biasa volatile. Apalagi jika Anda berulang kali luput memeriksa posisi pada saat-saat krusial, sehingga gagal profit atau malah terkena Margin Call (MC).

Para trader top pasti memasang Stop Loss dan Take Profit bersama dengan saat open posisi, atau segera setelah open posisi. Aktivitas trading mereka sangat teratur tanpa perlu memelototi Metatrader terus menerus. Mereka akan melakukan analisis dan membuat rencana trading harian, melakukan open order ketika ada peluang potensial, memasang TP dan SL yang sesuai, lalu menutup laptop untuk menjalankan aktivitas harian lain. Apabila hasil analisis tepat, maka TP pasti akan didapat secara otomatis. Apabila hasil analisis salah, maka SL akan menahan kerugian dalam batas toleransi yang telah ditentukan. Close posisi dilakukan secara otomatis oleh platform trading, sehingga trader akan terhindari dari stres akibat keharusan menengok laptop berulangkali.

Baca Juga:   Apa itu Reversal dan Retracement dalam Trading Forex

pasang Stop Loss dan Take Profit untuk mengurangi stress forex trading

  1. Belajar untuk “Trading Lalu Lupakan”

Mayoritas kasus stres gegara trading forex dialami oleh trader yang terlalu sering menengok posisi trading. Godaan untuk menengok posisi itu sangat besar, hingga orang-orang yang sudah pasang SL dan TP pun kerap kali terdorong untuk mengintip platform dan menggeser-geser SL dan TP yang telah ditentukan. Padahal, tak ada gunanya memasang SL dan TP yang digeser-geser. Tujuan Anda memasang SL dan TP adalah untuk “trading lalu lupakan”.

Percayalah pada sistem trading yang telah dibuat. Asalkan sistem itu teruji dan memiliki probabilitas profit yang tinggi, maka Anda tak perlu mengkhawatirkan hasil trading kelak. Tetaplah bersikap tenang walaupun terjadi kerugian sesekali, karena sistem trading yang handal bakal menghasilkan profit kumulatif yang Anda inginkan. Jadi, belajarlah untuk mempercayai sistem trading Anda, eksekusi trading, lalu lupakan. Cukup tengok platform 1-3 kali saja sehari (apabila Anda seorang Day-Trader) untuk meninjau situasi dan mencari peluang trading baru.

jangan sering menengok platform trading untuk hindari stress forex

  1. Jangan Memaksa Trading Setiap Hari

Pernahkah Anda mengunjungi pasar atau mall? Ada masa-masa ketika pasar atau mall itu ramai, tetapi ada pula masa-masa ketika kondisi sangat sepi hingga lebih banyak pelayan toko ketimbang pembelinya. Demikian pula dengan pasar forex. Secara teoritis, pasar forex buka 24 jam, mulai Senin hingga Sabtu pagi, sepanjang tahun. Namun, ada saja masa-masa pasar ramai dan pasar sepi dalam kurun waktu tersebut.

Anda akan menemukan situasi pasar sepi tersebut pada masa-masa berikut ini:

  • Beberapa jam setelah pembukaan pasar pada Senin dini hari.
  • Menjelang penutupan pasar akhir pekan pada Sabtu dini hari.
  • Mendekati hari-hari liburan panjang seperti Natal dan Tahun Baru (separuh bulan Desember).
  • Masa-masa tertentu ketika tak ada jadwal rilis berita tertentu dalam kalender forex.
Baca Juga:   Cara Mengatur Jadwal Trading Forex dengan Tepat

Ketika pasar sepi, selayaknya Anda akan sulit menemukan peluang trading forex karena pergerakan harga pasti datar-datar saja. Jadi, jangan memaksa untuk trading setiap hari. Peluang trading toh memang takkan muncul tiap hari.

Perlu diperhatikan: Trader juga butuh liburan. Ambillah liburan ketika Anda menyaksikan pasar sedang sepi, atau ketika Anda merasa capek dan jenuh. Keputusan trading yang salah akan mudah terpicu dalam kondisi psikologis yang tidak optimal. Daripada mengalami kerugian fatal, lebih baik jalan-jalan ke pantai atau nonton film di bioskop untuk melegakan pikiran. Anda masih bisa buka platform trading lagi esok hari.

  1. Baca Buku-Buku tentang Pengalaman Trader Profesional

Penyebab stres trading lain adalah kegagalan dan kerugian berulang kali. Trader mana yang takkan tertekan setelah mengalami loss beruntun atau terkena Margin Call (MC)!? Padahal, kerugian merupakan sesuatu hal yang wajar dalam bisnis apapun. Rugi atau MC bukanlah alasan memadai untuk stres.

Bacalah buku-buku atau kisah-kisah yang mengulas tentang pengalaman para trader profesional. Mereka semua tidak sukses dengan mudah. Setelah sukses pun, mereka bisa jatuh-bangun lagi. Ambil contoh sosok Bill Lipshutz yang dijuluki “Sultan Forex”. Saat masih mahasiswa, ia sukses menyulap warisan senilai USD12.000 menjadi USD250.000, hanya dengan trading untuk memanfaatkan waktu luang saja. Namun, tak lama kemudian ia membuat sebuah blunder hingga hampir seluruh saldo akun-nya ludes. Apa yang dilakukannya kemudian? Kerugian fatal itu dijadikannya sebagai pelajaran dan motivasi untuk mulai lagi dari nol hingga kembali jadi jutawan.

Tak ada patokan baku mengenai kapan Anda akan sukses. Apabila Anda mudah stres karena rugi beberapa kali, maka Anda takkan sukses. Jadikanlah kerugian itu sebagai bahan belajar dan tambahan pengalaman untuk meningkatkan hasil trading di masa depan. Hanya dengan cara itu, maka Anda akan terus bersemangat dan berhasil mengendalikan stres dalam trading forex.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4,50 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply