Tips dan Strategi Investasi Saham ala Warren Buffett

Bonus Welcome Deposit FBS

Warren Buffett adalah seorang legenda dalam bidang investasi dimana dia mempunyai kepemilikan di berbagai perusahaan raksasa dengan nilai yang sangat tinggi, mulai dari Kraft, Johnson n Johnson, Coca Cola, Wells Farga, dan belasan lainnya. Salah satu sahabat Buffet, Robert P Miles pada sebuah kesempatan membocorkan rahasia kesuksesan Buffet.

Miles mengungkapkan bahwa sahabatnya tersebut sesungguhnya menerapkan resep yang sederhana untuk mengumpulkan pundi-pundi uangnya. Dari US$40 ia mampu membuatnya menjadi investasi sebesar US$5 juta, investasi yang dimaksud ini adalah perusahaan Coca Cola yang dulu dibelinya dengan harga US$40 namun sekarang telah bernilai hingga US$5 juta, atau lebih dari 66.5 miliar rupiah.

Pada tahun 2012 Buffet bahkan sanggup meraih profit hingga US$10.3 juta saat Dewan Direksi Coca Cola memutuskan pemecahan saham dengan nilai US$ 9.8 juta. Miles menambahkan bahwa Buffet adalah investor yang selalu cermat, walaupun telah memiliki saham Coca Cola selama bertahun-tahun namun faktanya saham tersebut tak selalu bertumbuh. Selalu ada resiko yang harus ditanggung investor.

Tantangan terbesar pada industry tersebut adalah kenaikan harga gula yang bisa membahayakan produksi minuman ringan paling populer di dunia itu. Dengan mencari informasi kondisi apa yang tengah terjadi di luar sana, Anda akan dapat berkonsentrasi untuk mencari solusi atas masalah. Yang menjadi masalah, kebanyakan investor melakukan investasi hanya jangka pendek.

Baca Juga:   5 Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Paling Menguntungkan

Mereka kerap hanya melihat dari sisi analisa teknikal dan merekomendasikan pembelian saham berdasarkan prediksi fluktuasi harga sepanjang 200 hari saja, sementara sisi fundamentalnya justru terabaikan. Miles menegaskan bahwa Buffet adalah investor jangka panjang dan menambahkan bahwa ia berniat memberikan saran bagi para pebisnis.

Mereka seharusnya melihat fakta dari bisnis yang dilakukannya. Selain itu mereka juga harus mengerti kapan saat yang tepat untuk merealisasikan impiannya.

Sukses berinvestasi ala Warren Buffet

Warren Buffett Investor Terbaik Dunia

Investor Profesional Warren Buffett

Apakah Anda terinspirasi dengan investor legendaries tersebut dan ingin mencoba meniru strategi bisnisnya? Faktanya apa yang ia lakukan tidak serumit seperti yang dibayangkan melainkan sangat sederhana. Tapi Anda memerlukan kesabaran yang tinggi sekaligus mental yang kuat dan tidak mudah terpengaruh orang lain.

Secara umum taktik yang diterapkan Buffet adalah selalu membeli saham pada perusahaan yang mempunyai masa depan cerah. Ia selalu merasa yakin pada prospek perusahaan tersebut, walaupun pada saat ini indeksnya terjun bebas serta nilainya melorot. Saham tersebut terus ia pertahankan selama bertahun-tahun. Ia juga mempunyai banyak portofolio yang diperolehnya saat bearish atau pasar saham bullish justru untuk meraup keuntungan.

Setelah merasa yakin pada masa depan perusahaan dan membeli sahamnya, Buffet kemudian menahan saham tersebut tanpa terburu-buru menjualnya demi investasi jangka panjang. Contohnya adalah pada industry Coca Cola yang sempat mengalami kejatuhan pada tahun 1998 – 1999. Ia tetap menyimpan saham tersebut karena percaya pada trend jangka panjangnya.

Warren Buffet berkonsentrasi untuk belanja saham pada perusahaan yang mempunyai potensi besar untuk tumbuh namun harga sahamnya masih murah. Secara konsisten ia terus melakukan hal ini tanpa pusing memikirkan kondisi fluktuasi nilai saham yang setiap hari terjadi di pasar. Langkah demikian ini yang berbeda dengan para trader atau spekulan lainnya.

Spekulan adalah orang yang membeli saham saat harganya murah kemudian menunggu nilai saham tersebut meningkat untuk segera menjualnya kembali agar memperoleh keuntungan. Spekulan berkonsentrasi untuk mendapatkan keuntungan cepat dari selisih harga jual yang dikurangi harga beli atau disebut investor jangka pendek.

  • Investasi yang mengutamakan nilai fundamental perusahaan

Dalam membuat keputusan untuk membeli saham, Buffet mengutamakan nilai fundamental perusahaan. Maksudnya perusahaan masih dapat menjalankan bisnisnya dengan sangat maksimal. Seorang investor professional tidak akan terpengaruh pada fluktuasi harga saham gorengan, seperti Buffet yang tidak terlalu terfokus pada analisa teknikal dengan rumus grafis dan tabel.

Kecenderungan ini merupakan pengaruh dari buku kesukaannya, The Intelligent Investor yang ditulis oleh Ben Graham. Graham yang juga gurunya itu mengungkapkan bahwa investasi itu berkaitan dengan menyelidiki keseluruhan konsep atau gambaran besarnya, dan bukan hal-hal remeh-temeh seperti detail-detail teknis.

Buffet sekali lagi bukanlah spekulan yang bertransaksi jual beli saham hanya dengan jangka pendek dan ia hanya memilih perusahaan yang produk atau system operasinya dikenalnya dengan baik. Prinsip yang dipegangnya hingga sekarang adalah bukan membeli saham, melainkan membeli bisnis. Dengan begitu pola pikir sebagai investor dan bukan speculan sudah terbentuk.

Baca Juga:   Cara Investasi Yang Benar, Aman, Terbaik dan Terpercaya

Trader melihat saham sebagai benda untuk diperjualbelikan, sementara seorang investor melihat saham sebagai bisnis. Prinsip tersebut membuat Buffet tidak tertarik dengan saham perusahaan dotcom atau Microsoft. Alasannya karena ia tidak mau berkecimpung dan berinvestasi pada bisnis yang tak dikenalnya, termasuk bisnis dotcom.

Sikapnya ini pernah membuatnya menjadi bahan tertawaan investor lainnya yang dipengaruhi eforia industry dotcom. Akhirnya pada tahun 2000-an saat terjadi bencana yang disebabkan anjloknya nilai sebagian besar perusahaan dotcom, ia justru selamat. Investor lainnya tentu harus menanggung kerugian dalam jumlah yang luar biasa.

  • Investasi hanya pada perusahaan yang bernilai

Dalam membeli saham perusahaan, Warren Buffet selalu menerapkan prinsip competitive advantage dimana ia hanya memilih industry dengan kelebihan tertentu. Ia biasanya menjauhi industry yang produknya tak memiliki karakter kuat dan tak berbeda dengan pesaing lainnya.

Selain itu Buffet juga menghindari produk-produk komoditas yang tampak sama saja dimana pun. Inilah sebabnya portofolionya adalah saham-saham dengan brand yang sudah begitu menancap di hati masyarakat, seperti Kraft Food, WellFargo, dan tentu saja Coca Cola.

Dalam berburu saham Warren Buffet akan berkonsentrasi pada saham dengan harga yang murah namun mempunyai potensi yang besar. Saham-saham incarannya biasanya berkategori undervalued namun harganya murah.

Cara untuk mengetahui apakah suatu saham bernilai mahal atau murah adalah dengan mencermati nilai intrinsic perusahaan dimaksud dan hal ini dapat dilakukan dengan mengalisa beberapa fundamental bisnis, mulai dari asset, pendapatan, juga nilai dari suatu nama brand.

Baca Juga:   Tips Belajar Saham Secara Mudah

Meskipun namanya sudah begitu termashur sebagai investor kawakan, tapi faktanya Warren Buffet juga pernah membuat kesalahan. Dalam sebuah wawancara ia mengatakan dengan setengah bercanda bahwa ia menyesal telah menjual sahamnya di Walt Disney yang jumlahnya cukup besar sekaligus berharap tidak pernah melakukannya.

Melalui merger antara Gillette dan P&G (Procter & Gamble), Berkshire juga pernah mempunyai saham dengan nilai mencapai miliaran dollar AS. Tapi akhirnya Buffet memutuskan untuk melepaskan saham tersebut karena merasa bahwa waktu dan kondisi telah berubah.

Sebagai investor sesekali memang Anda akan melakukan kesalahan, sebelum itu terjadi antisipasi berbagai faktor pencetusnya dan lakukan berbagai langkah pencegahan. Bila Anda merasa yakin lakukan sebaik mungkin, tapi saat kurang yakin sebaiknya menunggu sambil mengamati kondisi pada pasar. Tak ada salahnya mempercayai intuisi Anda bahwa langkah yang dilakukan mungkin saja keliru, apalagi bila Anda sudah bertahun-tahun berada dalam bidang ini.

Nah, selamat berinvestasi!

Silahkan beri rating artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply