Trading Forex atau Investasi Properti ?

Bonus Welcome Deposit FBS

Trading forex atau Investasi PropertiBisnis di dunia properti dan trading forex memang cukup menarik, karena peluang keuntungan yang ditawarkan, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Beda trading forex dengan investasi properti tidak begitu sulit dikenali karena keduanya memiliki sifat dan cara kerja yang berbeda, baik dari segi komoditas, peluang profit, maupun resikonya. Bahkan, dari definisi saja keduanya sudah berbeda. Trading forex bersifat aktif, artinya, pemilik uang menjalankan sendiri aktivitas trading (tukar-menukar mata uang) untuk mencapai target profit. Sementara itu, seorang investor properti berhubungan dengan aset tetap, berupa tanah, real-estate, dan sejenisnya, dan investasi properti bersifat pasif.

Trading Forex atau Investasi Properti: Sifat Keuntungan

Beda trading forex dengan investasi properti terlihat cukup jelas dari sifat pendapatan yang diperoleh investor atau pelaku trading. Untuk bisnis properti, pemasukannya bersifat pasif. Keuntungannya baru diperoleh jika properti dijual (dari selisih harga) atau jika properti anda dikontrak (dari uang sewa). Namun tentu saja laba yang didapat cukup besar, terutama karena nilai aset tetap seperti lahan atau real-estate selalu bertambah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, investasi properti sangat cocok untuk jangka panjang; semakin lama jangka waktu investasi, semakin tinggi nilai jualnya.

Untuk menyewakan property, jelas laba tersebut bisa anda dapatkan dengan cukup cepat. Pasalnya dalam jangka waktu tertentu anda bisa mendapatkan pendapatan dari penyewaan dan juga kontrak dari bisnis property yang anda jalani tersebut. Sementara jika anda memilih untuk menjual, tentu saja laba yang didapatkan hanya sekali saja untuk 1 buah property dan bisa jadi didapatkan dalam jangka waktu lama.

Sebaliknya untuk trading forex, anda mendapatkan pemasukan aktif yang didapat dari kegiatan bermain di ruang trading. Seorang trader menjadi pelaku aktif, untuk mengikuti perputaran nilai mata uang yang sangat cepat. Bukan lagi hitungan hari, hitungan menit bahkan detik dapat mempengaruhi profit yang didapatkan seorang trader. Profit didapat dari selisih nilai beli (buy) dan nilai jual (sell) mata uang. Semakin tinggi selisihnya, semakin besar profit. Namun untuk itu, seorang trader harus berpacu dengan waktu, jeli dalam menilai arah perputaran mata uang, memantau terus harga pasar dan berita-berita ekonomi, dan memiliki strategi yang tepat.

Baca Juga:   Cara Membuat Garis Tren (Trendline) Trading Forex Yang Benar

Beda Trading Forex dengan Investasi Properti: Modal Awal

Beda trading forex dengan investasi properti lainnya terletak pada modal awal. Untuk bermain di sektor investasi property, anda harus mengeluarkan modal minimal 10% dari biaya akuisisi untuk property tersebut. Atau, jika anda ingin memulai dari awal, anda membutuhkan modal awal yang cukup besar, ratusan bahkan hingga milyaran rupiah. Sekalipun anda ingin memulai dengan menggunakan kredit bank, untuk pinjaman yang nilainya besar, anda juga harus memiliki agunan berupa aset tetap.

Sedangkan untuk usaha trading forex, modal yang dikeluarkan tentu jauh lebih sedikit, bahkan dengan modal US$50 pun anda sudah bisa menjadi trader. Bahkan dengan modal sekitar $ 50 hingga $ 20 saja, anda sudah bisa membeli sekitar 10 ribu unit yang juga mempunyai rasio margin sekitar 200 : 1. Itulah kenikmatan bisnis trading forex. Namun tentu saja, dengan modal yang sedikit, pendapatan atau laba yang didapat juga pastinya sedikit.

Beda Trading Forex dengan Investasi Properti: Likuiditas dan komoditi

Selain sifat keuntungan dan modal awal, trading forex dengan investasi properti juga terletak pada likuiditasnya. DiĀ  Forex trading adalah area bisnis yang sangat likuid; maksudnya, kapanpun anda butuh, anda bisa menarik dana atau mencairkan laba yang diperoleh, apalagi saat ini banyak broker forex yang sudah melayani penyetoran dan penarikan melalui bank-bank lokal. Trader dapat bermain online selama 24 jam sehari karena forex memang nyaris tidak memiliki waktu tutup; pasalnya, pergerakan mata uang di setiap negara di lima benua terjadi di zona waktu yang berbeda-beda. Misalnya, saat pasar Asia tutup, maka pasar Amerika terbuka.

Baca Juga:   Cara Trading Forex yang Benar dan Menguntungkan Bagi Pemula

Seorang trader forex tidak benar-benar melakukan pembelian atau penjualan uang secara fisik. Komoditinya adalah nilai mata uang. Tidak terjadi proses jual-beli layaknya perniagaan di pasar komoditi. Anda tidak perlu menunggu seseorang datang untuk menjual komoditi. Namun, dana yang anda miliki dikonversi ke mata uang yang dituju, dan nilainya lah yang anda perjualbelikan. Sebaliknya untuk investasi properti, anda berhubungan dengan aset tetap dan dengan manusia. Aset tetap sebagai komoditi harus dijual atau disewakan kepada orang lain; barulah anda mendapatkan keuntungan.

Selain itu, investasi properti cocok untuk jangka panjang karena sifatnya tidak likuid. Proses transaksi cukup lama; misalnya anda harus mengiklankan terlebih dahulu rumah atau apartemen yang ingin anda jual atau sewakan, dan proses pengiklanan bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Bahkan, setelah ada peminatpun belum tentu aset anda langsung terjual; ada yang namanya proses tawar menawar, yang tidak jarang ditutup dengan kegagalan. Tingkat likuiditas inilah salah satu beda trading forex dengan investasi properti yang paling mendasar.

Trading Forex atau Investasi Properti: Resiko

Sebagai suatu hal yang melekat pada setiap aktivitas bisnis, resiko harus tetap menjadi bahan pertimbangan, karena setiap jenis investasi memiliki resiko yang berbeda-beda. Demikian juga dengan trading forex dan investasi properti. Trading forex sangat tergantung kepada pemilihan waktu dan strategi, karena perputaran nilai mata uang bisa terjadi pada hitungan detik saja. Di sinilah resiko utama forex. Kesalahan dalam memilih waktu (kelalaian) bisa memicu loss yang besar. Misalnya, pada saat anda memutuskan untuk sell; ternyata nilai mata uang tersebut mengalami penurunan; akibatnya, anda menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga beli. Artinya? Anda merugi!

Baca Juga:   Bisnis Forex Trading Online VS Bisnis Sektor Riil

Resiko trading forex lainnya terletak pada strategi. Strategi trading dan kemampuan analisis seorang trader sangat tergantung kepada jam terbang. Namun, tetap saja hal ini mempengaruhi peluang profit atau loss yang bisa anda dapatkan. Contoh kasus: anda mendengar berita terjadinya kenaikan payroll buruh di Jepang, dan memperkirakan bahwa ekonomi Jepang akan menguat, Lalu, anda pun memutuskan untuk membeli Yen dan menjualnya lagi saat nilainya benar-benar naik. Sayangnya, beberapa saat kemudian terjadi kenaikan harga minyak di Amerika, yang dapat mempengaruhi nilai tukar Yen. Akibatnya? Kenaikan nilai mata uang Jepang yang ditunggu-tunggu pun tidak pernah terjadi.

Di sinilah Beda Trading Forex dengan Investasi Properti. Investasi properti sepertinya cukup aman dari resiko. Nilai properti biasanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, investasi properti juga tidak luput dari resiko. Di antaranya adalah resiko bencana alam, seperti banjir atau gempa, atau kebakaran yang dapat berakibat pada kerusakan properti. Selain itu, ada juga resiko regulasi, seperti penggusuran atau pemilihan lokasi yang tidak tepat, sehingga properti anda tidak terjual dengan harga yang diinginkan.

Tentunya, trading forex dan investasi properti sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan. Semuanya kembali kepada anda untuk memutuskan salah satunya. Hanya saja, pastikan anda memiliki target (keuntungan jangka pendek atau jangka panjang) atau manajemen resiko yang rasional untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengetahuan tentang trading forex atau investasi properti dapat membantu anda dalam mengambil keputusan secara tepat.

Artikel Terkait Seputar Trading Forex atau Investasi Properti :

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply