Tunggu Arahan PM Inggris Baru, Poundsterling Melemah

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang GBP/USD sempat merosot hingga level terendah harian 1.2455 dalam perdagangan hari ini (22/7), menjelang pengumuman hasil pemilihan ketua partai Konservatif Inggris yang akan sekaligus menduduki posisi perdana menteri Inggris. Saat berita ditulis, posisi Sterling telah menguat ke kisaran 1.2485, tetapi sentimen pasar masih cenderung wait-and-see karena ketidakpastian arah kebijakan politik kelak. EUR/GBP dan GBP/JPY juga terus diperdagangkan dalam kisaran terbatas dekat harga penutupan minggu lalu.

Tunggu PM Inggris Baru Poundsterling Melemah

Laporan terbaru dari media massa Inggris menyebutkan bahwa Uni Eropa sedang mempersiapkan program bantuan bagi Irlandia untuk membantu negeri itu mengatasi imbas yang mungkin terjadi di perbatasan setelah “No-Deal Brexit”. Hal ini disimpulkan sebagai indikasi bahwa para pejabat Uni Eropa tetap memperkirakan Inggris akan keluar dari kesatuan UE tanpa kesepakatan apapun pada akhir bulan Oktober.

Sejumlah pejabat UE dikabarkan juga mengingatkan kandidat perdana menteri Inggris agar tidak membuat tuntutan yang tak realistis terkait perbatasan Irlandia, karena bisa menggugurkan harapan Inggris untuk menghindari “No-Deal Brexit”. Laporan tersebut sontak mengakibatkan Poundsterling merosot pada sesi Eropa, menjelang voting pemilihan ketua partai Konservatif malam ini.

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / JPY : 13-17 Januari

Pengumuman hasil voting akan diumumkan besok sekitar pukul 11:00 BST. Mayoritas pelaku pasar sudah memperhitungkan kemungkinan terpilihnya Boris Johnson, salah satu tokoh pro-Brexit, untuk menggantikan Theresa May. Namun, ia dikhawatirkan akan menyampaikan arahan kebijakan yang cenderung agresif terkait brexit. Sejalan dengan ketidakpastian ini, para analis juga masih kesulitan mencari celah pembalikan tren bagi GBP.

“Saya masih berpikir EUR/GBP akan mencapai 0.95, tetapi tidak (mencapai) paritas apabila Inggris keluar (dari Uni Eropa) tanpa kesepakatan apapun, tetapi tak ada alasan untuk membeli Sterling di sini,” ungkap Kit Juckes, seorang pakar strategi forex dari Societe Generale.

Robin Wilkin dari Lloyds Bank juga berpendapat senada. Sembari menegaskan bahwa pasar akan mencari tahu indikasi awal tentang rencana PM Inggris baru bagi negosiasi dengan Uni Eropa, Wilkin mengatakan, “Tren (GBP/USD) tetap melemah, khususnya karena nilai tukar lain kelihatannya lebih positif untuk USD minggu ini. Kisaran 1.2350-1.2300 dipandang sebagai level support sementara menjelang area support kunci 1.22-1.20.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply