Uni Eropa Tolak Revisi Proposal Brexit, Pounds Tumbang

Bonus Welcome Deposit FBS

Poundsterling merosot sekitar 0.50 persen ke kisaran 1.2596 terhadap Dolar AS, setelah Perdana Menteri Theresa May terpaksa pulang dengan tangan hampa dari upaya renegosiasi proposal Brexit-nya di Brussels. Pounds juga anjlok versus Yen dengan GBP/JPY jatuh 0.60 persen ke sekitar 143.00; dan cenderung stagnan versus Euro di kisaran 0.8970.

Uni Eropa Tolak Revisi Proposal Brexit

Setelah membatalkan voting proposal Brexit yang sedianya diadakan di Parlemen Inggris pada Selasa lalu, PM Theresa May dihadapkan pada voting lain yang dipicu oleh mosi tak percaya para anggota parlemen dari partainya sendiri, Partai Konservatif. May berhasil lolos dari voting tersebut dan mempertahankan kedudukannya sebagai Perdana Menteri dengan dukungan 200 dari 317 anggota parlemen dari partai Konservatif. Namun, hal itu mengungkap adanya sepertiga “pemberontak” yang kemungkinan takkan menyetujui proposal Brexit-nya sebagaimana adanya saat ini; padahal partai oposisi sudah jelas menyatakan akan menjegalnya.

Dalam rangka meningkatkan dukungan lebih banyak dari anggota parlemen bagi proposal tersebut, PM May telah berputar balik ke Brussels guna melakukan negosiasi ulang dengan para petinggi Uni Eropa, khususnya untuk pasal-pasal soal perbatasan Irlandia. Namun, permohonan PM May agar Uni Eropa bersedia memberikan konsesi tambahan bagi masalah perbatasan Irlandia justru ditolak mentah-mentah.

Baca Juga:   Indeks Dolar Turun Ke Posisi Terendah 1,5 Bulan Dengan Fokus Pada Brexit

Menurut Presiden European Commission, Jean-Claude Juncker, tak ada ruang untuk renegosiasi kesepakatan yang sudah dicapai, dan Uni Eropa meningkatkan perencanaan bagi kesepakatan ke depan. Sebaliknya, mereka juga meminta Inggris memperjelas apa saja yang mereka harapkan dalam kesepakatan Brexit, sehingga memberi waktu hingga beberapa pekan mendatang untuk mematangkan permohonan.

Di tengah situasi ini, nilai tukar Sterling langsung ambruk terhadap mata uang-mata uang mayor, setelah sempat rebound pasca lolosnya May dari ancaman mosi tidak percaya di Parlemen Inggris. Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat menjelang rapat FOMC minggu depan, karena pelaku pasar mengekspektasikan bank sentral AS akan merealisasikan kenaikan suku bunga satu kali lagi sebesar 25 basis poin pada momen tersebut. Menurut Nick Cawley dari DailyFX, level terendah sebelumnya yang berada sekitar 1.2475 kemungkinan akan diuji kembali dalam jangka pendek.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply