Upaya Rebound Aussie Digagalkan Konflik Perdagangan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia cenderung flat versus Dolar AS hari Selasa ini (25/September), setelah merosot beruntun dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pasangan mata uang AUD/USD tertahan pada harga pembukaan di kisaran 0.7252, sementara AUD/NZD tertekan nyaris 0.10 persen di kisaran 1.0903. Hal ini terjadi karena rencana negosiasi perdagangan baru antara Tiongkok dan Amerika Serikat pekan ini dibatalkan. Sebagai mata uang indikator risiko di pasar uang internasional, Dolar Australia langsung melandai.

Upaya Rebound Aussie Digagalkan Konflik Perdagangan

Senin kemarin, The Wall Street Journal, melaporkan bahwa Tiongkok membatalkan negosiasi perdagangan tingkat menengah dengan AS yang sebelumnya direncanakan akan digelar bertepatan dengan kunjungan Wakil Perdana Menteri Liu He ke Washington pekan ini.  Mengutip kantor berita Xinhua, Tiongkok mengungkapkan, “Pintu diskusi mengenai perdagangan selalu terbuka, tetapi negosiasi harus diadakan dalam kondisi (ada) upaya menghargai yang timbal balik… (Negosiasi) tidak dapat diadakan di bawah ancaman tarif impor.”

Pembatalan negosiasi mendadak itu menandakan bahwa konflik perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat belum akan selesai dalam waktu dekat. Padahal, Tiongkok merupakan mitra dagang yang menjadi destinasi ekspor terbesar Australia. Apabila konflik tersebut mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi negeri Panda, maka Aussie juga akan kena getahnya.

Baca Juga:   Berita Saham SRIL SELASA 20/03/2018

“AUD tertekan karena jatuhnya pasar ekuits serta dimulainya fase kedua dalam (balas-membalas) tarif AS atas impor dari Tiongkok, dan sebaliknya,” ungkap Joseph Capurso, pakar strategi mata uang senior di Commonwealth Bank, pada Business Insider Australia.

Meskipun kabar mengenai pembatalan negosiasi dagang ini tidak terlalu mengejutkan, tetapi mayoritas pasar Asia sedang liburan di awal pekan dan tak ada data ekonomi berdampak besar yang dijadwalkan rilis, sehingga efeknya lebih buruk. Sepanjang sesi perdagangan hari Senin, Aussie bergerak selaras dengan Yuan Tiongkok, dan ini merupakan indikasi terkuat bahwa pergerakan AUD kini dikendalikan oleh isu konflik perdagangan.

Sepinya kalender ekonomi menjadikan para pelaku pasar berpaling pada Tiongkok, sehingga berita apapun mengenai masalah tersebut berpotensi signifikan bagi Dolar Australia. Namun, pada hari Rabu-Kamis, fokus pasar bisa jadi akan beralih ke pengumuman kebijakan moneter terbaru dari bank sentral AS (Federal Reserve) dan bank sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand).

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply