Upaya Reli Pound Dihambat Risiko Negosiasi Inggris-Uni Eropa

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang GBP/USD sempat terjerembab ke kisaran terendah harian 1.2971 pada sesi Asia hari ini (18/2). Posisinya pulih terbatas pada sesi Eropa berkat publikasi data ketenagakerjana yang lebih baik dari ekspektasi, tetapi gagal memapankan pijakan di atas ambang 1.3050. Outlook Poundsterling masih dibayangi oleh risiko kontradiksi dalam negosiasi dagang Inggris-Uni Eropa mendatang.

Upaya Reli Pound Dihambat Risiko Negosiasi Inggris-Uni Eropa

Laporan UK Office for National Statistics (ONS) tadi sore menampilkan rekrutmen karyawan Inggris mencapai 180k dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Desember 2019. Angka tersebut lebih rendah dibanding rekor 208k pada periode sebelumnya, tetapi mengungguli estimasi awal yang hanya sebanyak 145k. Di sisi lain, data klaim pengangguran bulanan merekam tambahan sebanyak 5.5k untuk bulan Januari 2020, jauh di bawah ekspektasi yang dipatok pada 22.6k.

Meski indeks pendapatan rata-rata sedikit melemah, tingkat pengangguran Inggris anteng pada rekor terendah 3.8 persen. Alhasil, data ketenagakerjaan ini secara keseluruhan dapat dianggap bullish, sekaligus memudarkan ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) dalam jangka pendek.

Baca Juga:   Kerugian EUR / USD Setelah Jatuh Ke 7 Bulan, Menjelang Pertemuan ECB

Terlepas dari perbaikan data ekonomi, ekspektasi trader dan investor masih dipengaruhi oleh ketidakpastian yang cukup signifikan. Negosiasi perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa belum dimulai, tetapi para petinggi dari kedua wilayah telah terlibat pertikaian retorika secara tidak langsung.

PM Boris Johnson sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan kesepakatan dagang ala Kanada atau Australia dari Uni Eropa. Akan tetapi, pimpinan negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, menampik ekspektasi tersebut. Menurut Barnier, kedekatan geografis Uni Eropa-Inggris membuat kedua pihak tak mungkin meniru kesepakatan dagang Uni Eropa-Kanada maupun Uni Eropa-Australia. Ia juga menyampaikan keinginan agar Inggri menaati aturan pengadilan Uni Eropa serta memberikan akses ke perairan Inggris bagi nelayan Uni Eropa.

Pimpinan negosiator Inggris, David Frost, hari ini juga menyampaikan pidato tegas terkait kontradiksi tersebut. Ia menegaskan kembali kehendak atasannya, PM Johnson, bahwa Inggris tidak berminat untuk menaati aturan Uni Eropa lagi setelah brexit demi apa pun.

“Kami hanya menginginkan apa yang dimiliki oleh negara-negara independen lain,” kata Frost, “(Inggris) tidak akan memperpanjang masa transisi lebih dari tahun ini… pada saat itu, kami memulihkan independensi ekonomi dan politik sepenuhnya -mengapa pula kami mau menundanya?”

Baca Juga:   AUD / USD Memegang Stabil, Sentimen Pasar Membaik

Menurut Frost, Inggris akan mengungkapkan posisi negosiasinya secara lebih mendetail pada pekan depan. Sementara itu, para trader dan investor mengantisipasi respons para pejabat Eropa terhadap pidato Frost. Uni Eropa diperkirakan akan kembali menampik wacana Frost, sehingga situasi ini berpotensi terus menghambat reli bullish Poundsterling.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply