USD/CAD Dekati Level 1.3600 Di Tengah Rebound Harga Minyak

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Kanada menguat tipis pada perdagangan awal sesi Eropa hari Senin ini (31/12), seiring dengan upaya rebound harga minyak menjelang pemberlakuan pemangkasan produksi oleh OPEC, Rusia, dan sejumlah produsen minyak lain pada bulan Januari esok. Pasangan mata uang USD/CAD melandai 0.17 persen ke level 1.3615, setelah sempat mencetak rekor tertinggi sejak Mei 2017 pada level 1.3661 pada akhir pekan lalu.

USD/CAD Dekati Level 1.3600 Di Tengah Rebound Harga Minyak

Sejumlah kabar terkini, mulai dari bias jual Dolar AS hingga rebound harga minyak mentah, mendorong ditutupnya sejumlah posisi trading bullish atas USD/CAD pada awal pekan. Dolar AS berupaya menanjak pada awal sesi Asia hari ini, tetapi berbalik tergelincir 0.16 persen saat ulasan ini ditulis. Pasalnya, pelaku pasar mengkhawatirkan kebuntuan Government Shutdown di Amerika Serikat yang belum juga menunjukkan titik terang.

Sebagaimana diketahui, sejumlah lembaga federal AS ditutup sejak sebelum Natal, dikarenakan kegagalan Gedung Putih dan Parlemen AS untuk mencapai kompromi tertentu terkait anggaran pembangunan perbatasan AS-Meksiko. Pemicunya, Presiden AS Donald Trump menolak menandatangani rencana anggaran sementara, karena tak memuat anggaran bagi pembangunan tembok senilai 5.7 Miliar USD yang diinginkannya; padahal anggaran negara bagi lembaga-lembaga federal tersebut sudah kedaluwarsa.

Baca Juga:   USD Gamang Jelang Rilis Data Non-farm Payroll

Selain itu, rendahnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam tahun 2019 mendatang juga turut berkontribusi pada rendahnya minat beli Greenback di kalangan investor dan trader. Dalam rapat terakhirnya, Fed memang mengungkapkan proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak 2 kali, tetapi pelaku pasar meragukannya.

Di sisi lain, harga minyak mentah yang merupakan komoditas ekspor utama Kanada, berhasil bangkit nyaris 2 persen dari level terendah 18 bulan, dalam perdagangan hari ini. Harga minyak mentah Brent beranjak 1.84 persen ke level 53.70 Dolar AS per barel, sementara WTI naik 0.66 persen ke kisaran 45.70 Dolar AS.

Penguatan harga minyak mentah tersebut didukung oleh laporan Baker Hughes pada hari Sabtu yang menunjukkan bahwa Kanada telah menonaktifkan 43 sumur pengeboran minyak per tanggal 28 Desember. Indikasi penurunan suplai minyak tersebut memperkuat posisi Crude Oil menjelang pemberlakuan kesepakatan pemangkasan produksi minyak oleh anggota OPEC, Rusia, dan sejumlah negara produsen lainnya mulai bulan depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply