USD/CAD Melonjak Pasca Rilis Data Penjualan Ritel

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS menguat pesat dan memukul mundur Dolar Kanada hingga pasangan mata uang USD/CAD melonjak 0.46 persen ke level 1.3252 pada awal perdagangan sesi New York hari Jumat ini (23/November). Selain karena data penjualan ritel Kanada yang baru saja dirilis menunjukkan indikasi beragam, pergerakan ini juga dipengaruhi oleh parahnya kemerosotan harga minyak dalam perdagangan intraday.

USDCAD Melonjak Pasca Data Penjualan Ritel

Badan Statistik Kanada melaporkan bahwa penjualan ritel (Retail Sales) mengalami peningkatan 0.2 persen dalam bulan September; tetapi penjualan ritel inti (Core Retail Sales) hanya tumbuh 0.1 persen, lebih rendah dari estimasi awal yang memproyeksikan kenaikan 0.3 persen (Month-over-Month). Di sisi lain, Consumer Price Index (CPI) justru dapat meningkat 0.3 persen dalam bulan Oktober, sehingga mencatat rekor pertumbuhan tahunan 2.4 persen, melampaui ekspektasi awal pada 2.2 persen.

Rangkaian data ekonomi tersebut tak mampu memupus kekhawatiran pasar mengenai outlook ekonomi negeri jiran Amerika Serikat ini, karena harga minyak mentah yang merupakan komoditas ekspor utamanya, mengalami kemerosotan drastis. Akibatnya, investor dan trader mengkhawatirkan pula rencana kenaikan suku bunga yang dicetuskan oleh sejumlah pejabat bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) baru-baru ini.

Baca Juga:   Keuntungan Dolar Tetapi Tetap Sebagai Mengisap Kebuntuan Fiskal AS

Harga minyak mentah tipe WTI (West Texas Intermediate) yang identik dengan produksi Kanada dan AS, merosot sekitar 5 persen dalam perdagangan intraday hingga terpuruk pada level 51.23 Dolar AS per barel. Tak jauh berbeda, harga minyak mentah tipe Brent anjlok sekitar 4.50 persen ke level 59.80 Dolar AS per barel. Kedua harga minyak acuan utama dunia ini telah melorot sekitar 5 Dolar AS sejak awal bulan November ini, dan kini terpuruk pada kisaran terendah sejak bulan Oktober 2017.

Sementara itu, minat risiko pasar kembali terhantam oleh berbagai kabar negatif dari benua Eropa. Outlook pertumbuhan ekonomi Zona Euro berubah bearish setelah rilis data Purchasing Managers Index (PMI) meleset jauh dari ekspektasi awal. Sedangkan draft kesepakatan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris yang diekspektasikan diteken pada hari Minggu besok, ternyata dikhawatirkan bakal ditolak oleh kelompok anti-Uni Eropa dan oposisi PM Theresa May di Parlemen Inggris.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply