USD/CHF Ditekan Penurunan Pengangguran dan Minat Risiko

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada perdagangan sesi Eropa hari ini (10/Desember), Franc Swiss menguat untuk tiga hari beruntun terhadap Dolar AS. USD/CHF terpantau sempat anjlok ke level terendah sejak 17 Oktober pada 0.9870, walaupun merangkak naik kembali ke kisaran 0.9900 saat berita ditulis. Pergerakan ini dipengaruhi oleh rilis sejumlah data dalam beberapa hari terakhir, serta perubahan minat risiko pasar.

USD/CHF Ditekan Penurunan Pengangguran dan Minat Risiko

Pada hari Jumat, anggota dewan gubernur Fed, Lael Brainard, mengatakan bahwa gambaran ekonomi AS secara umum positif, tetapi ada pertumbuhan risiko dari luar negeri dan utang korporasi di dalam negeri. Rekannya, Presiden Fed St Louis, James Bullard, juga mengulangi kembali himbauannya agar Fed menghentikan kenaikan suku bunga untuk sementara ini. Komentar keduanya pasca rilis data Nonfarm Payroll yang mengecewakan, meningkatkan spekulasi kalau Fed bakal membatalkan rencana kenaikan suku bunga tahun depan, sekaligus menekan posisi Dolar AS di pasar mata uang.

Tadi siang, SECO melaporkan bahwa tingkat pengangguran Swiss menurun dari 2.5 persen menjadi 2.4 persen (seasonally adjusted) pada bulan November. Angka tersebut lebih baik dari ekspektasi, karena estimasi awal memperkirakan data tetap 2.5 persen.

Baca Juga:   Harga Minyak Naik Terhadap Sanksi Iran, Prospek Tidak Pasti

Di sisi lain, permintaan atas mata uang-mata uang Safe Haven seperti Yen Jepang dan Franc Swiss juga meningkat dikarenakan sejumlah event penting pekan ini. Sebagaimana diungkapkan oleh Kyosuke Suzuki dari Societe Generale, “Kita punya peningkatan ketegangan antara AS dan China tentang Huawei dan voting Brexit di parlemen Inggris (yang dijadwalkan digelar pekan ini). Kecenderungan menghindari risiko kemungkinan akan bertahan untuk saat ini.”

Walaupun Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah menyepakati “gencatan senjata” selama 90 hari pada awal bulan ini, tetapi ketegangan bergolak kembali minggu lalu setelah penangkapan Meng Wanzhou, CFO Huawei, di Vancouver atas permintaan Amerika Serikat. Figur top di perusahaan teknologi terbesar China tersebut dicekal atas tuduhan pelanggaran sanksi AS atas Iran, tetapi pelaku pasar khawatir insiden ini sebenarnya menyiratkan keengganan AS untuk berkompromi dengan China.

Di London, Perdana Menteri Theresa May menghadapi “pemberontakan” dari internal partainya sendiri menjelang voting proposal Brexit yang sedianya diadakan pada hari Selasa mendatang. PM May bersikeras mengajukan proposal yang muatannya kontroversial, sementara massa dari pihak pro dan anti Brexit sama-sama turun ke jalan untuk menolak proposal tersebut. Apabila voting besok berakhir dengan mufakat anggota parlemen menolak proposal itu, maka masa depan politik May sebagai Perdana Menteri Inggris akan terancam.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply