USD/CHF Melonjak Karena Buruknya Data Ekonomi Swiss

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CHF melonjak sekitar 0.3 persen ke kisaran 0.9972 pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (30/1). Franc Swiss juga melemah terhadap Euro, dengan posisi EUR/CHF naik 0.32 persen ke kisaran tertinggi sejak November 2018 pada level 1.1404.

Pergerakan tersebut dipicu oleh rilis beberapa data ekonomi Swiss yang amat mengecewakan di tengah antisipasi pasar menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral AS. Namun, analis memperkirakan Franc masih punya peluang untuk menguat kembali apabila terjadi ketegangan politik di kawasan Eropa.

USD/CHF Melonjak Karena Buruknya Data Ekonomi Swiss

Pada awal sesi, KOF Economic Research Agency melaporkan bahwa indeks KOF Leading Indicators tergelincir dari 96.4 ke 95.0 pada bulan Januari, padahal sebelumnya diekspektasikan naik ke 96.8. Indeks ini merupakan hasil riset terkait 12 indikator ekonomi yang umumnya dipergunakan untuk memprediksi iklim ekonomi dalam enam bulan ke depan, dan biasanya berdampak menengah. Efek rilisan ini menjadi lebih signifikan karena pencapaian bulan Januari merupakan yang terburuk sejak Juni 2015.

Indeks ekspektasi ekonomi ZEW untuk kawasan Swiss juga merosot drastis pada periode yang sama. Indeks tersebut anjlok dari -22.2 menjadi -44.0, terendah sejak Februari 2015. Walaupun data ini umumnya dianggap berdampak rendah, tetapi mempertegas betapa pesimisnya outlook ekonomi Swiss dalam jangka pendek.

Baca Juga:   Dolar Kanada Menyentuh Tertinggi Baru 14 Bulan

Terlepas dari itu, permintaan atas Franc sebagai salah satu aset Safe Haven belum sirna. Para analis dari CitiBank memperkirakan USD/CHF akan berada pada kisaran 1.00 dalam 1-3 bulan ke depan, menurun ke 0.98 dalam periode 6-12 bulan, serta berada sekitar 0.92 dalam jangka panjang. Alasannya, “Risiko utama dalam perkiraan kami adalah perkembangan secara politik di kawasan ini. Apabila premi risiko terkait Brexit atau anggaran Italia meningkat, kami memperkirakan penguatan CHF lebih besar dibandingkan forecast sebelumnya.”

Perubahan tersebut diproyeksikan akan terjadi, meski bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) tak merubah suku bunga. “SNB terus menerus mengutip mata uang ‘bernilai tinggi’ dan penurunan pasar yang ‘rentan’ sebagai alasan untuk menjustifikasi suku bunga negatif serta intervensi mata uang. Karena kami mengekspektasikan outlook inflasi tetap rendah, terutama dikarenakan efek harga dasar minyak, SNB kemungkinan mempertahankan suku bunga tetap di masa depan,” ungkap para pakar CitiBank.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply