USD/CHF Mendadak Bergolak Karena Rumor SNB Akan Intervensi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/CHF mendadak tergelincir lebih dari 0.2 persen ke kisaran 1.0088 pada akhis sesi Eropa hari Senin ini (20/5). Franc Swiss juga berguling hingga mencapai level terendah harian 1.1261 versus Euro. Penyebabnya adalah rumor bahwa bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) siap melakukan intervensi mata uang unuk mencegah nilai tukar Franc menguat secara berlebihan.

USDCHF Mendadak Bergolak Karena Rumor SNB Akan Intervensi

Dalam sebuah laporan, Bloomberg mengutip salah satu pejabat SNB, Thomas Moser. Saat menghadiri konferensi di Kopenhagen, ia dikabarkan menyampaikan sinyalemen terkait intervensi mata uang yang cukup memicu pergolakan pasar tersebut.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami punya pendekatan yang kami pegang di satu tangan (yaitu) suku bunga negatif tetap diterapkan, tetapi kami (juga) selalu mengatakan bahwa kapanpun kami meras aperlu, kami akan mengintervensi (pasar mata uang). Hal itu masih berlaku. Jadi, jika kami merasa ada perlunya intervensi lebih lanjut, (maka) kami pasti akan melakukannya,” ungkap Thomas Moser.

Selama empat tahun terakhir, bank sentral Swiss memanfaatkan suku bunga -0.75 persen dan janji intervensi mata uang untuk menekan nilai tukar Franc Swiss. Masalahnya, Swiss sebagai negeri berbasis ekspor akan mengalami penyusutan daya saing di pasar internasional jika nilai tukarnya terlalu tinggi. Meski demikian, ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, konflik perdagangan, serta ketidakpastian stabilitas Inggris dan Uni Eropa, telah memicu arus apresiasi Franc Swiss.

Baca Juga:   Bank Sentral Australia Diperkirakan Akan Memangkas Suku Bunga Menjadi 0,75% Tahun Ini

Pekan lalu, USD/CHF menyentuh level terendah sebulan. Hari ini, EUR/CHF juga jatuh ke level terendah sejak tanggal 10 April. Pasalnya, bursa saham Eropa tumbang dan krisis politik Inggris terus berlanjut. Sebagai salah satu mata uang safe haven, Franc Swiss nampak lebih aman dibandingkan aset-aset kedua negara sewilayahnya tersebut.

Dari benua berbeda, konflik dagang antara Amerika Serikat dan China pun masih terus berkobar. Tindakan AS mem-blacklist perusahan telko raksasa China, Huawei, memancing protes dari berbagai pihak. Namun, AS bersikeras melaksanakannya. Bahkan, Google telah mengumumkan bahwa rilis ponsel Huawei berikutnya tidak akan diperbolehkan untuk menggunakan aplikasi populer seperti PlayStore dan YouTube.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply