USD/JPY Anjlok Akibat Meningkatnya Kekhawatiran Dampak Perang Dagang

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY merosot drastis dalam perdagangan sesi new York dan masih terpuruk di kisaran 109.54 saat pembukaan sesi Eropa hari Jumat ini (24/5). Katalis pemicu kemerosotan adalah spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve yang mendadak mengemuka kembali gara-gara eskalasi perang dagang AS-China. Saat berita ditulis, indeks Dolar AS (DXY) juga loyo di level terendah sepekan dekat kisaran 97.75, sementara Euro dan Pounds unggul tipis versus Greenback.

USD/JPY Anjlok Akibat Meningkatnya Kekhawatiran

Pada hari Kamis, data Purchasing Managers’ Index untuk sektor manufaktur dan jasa Amerika Serikat dilaporkan meleset dari ekspektasi. Bahkan, PMI Manufaktur melaju paling lambat dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Awalnya, data itu hanya berdampak moderat. Namun, efeknya membesar setelah Presiden AS Donald Trump mengaitkan pemblokiran bisnis Huawei dengan kesepakatan dagang AS-China.

Sikap Trump yang tidak konvensional itu membangkitkan kekhawatiran pasar kalau-kalau ia bakal memaksa bank sentral AS (Federal Reserve) untuk memangkas suku bunga agar bisa mengimbangi stimulus moneter China juga. Padahal, buruknya PMI Manufaktur saja sudah menjadi gelagat buruk bagi outlook korporasi dan makroekonomi Amerika Serikat.

Baca Juga:   Kiwi Turun Sedikit Setelah RBNZ Memegang Pada 2,25%, Sinyal Kemudahan Bias

Masafumi Yamamoto, pakar strategi mata uang di Mizuho Securities, mengatakan bahwa “pasar memeperhitungkan potensi dampak negatif (konflik perdagangan AS-China) terhadap ekonomi dan ekuitas AS”. Sementara itu, “Upaya global untuk menghindari risiko dari eskalasi ketegangan AS-China menyebabkan Yen menguat.”

Senada dengan Yamamoo, Yukio Ishizuki dari Daiwa Securities mengungkapkan, ” (Pelaku) pasar memperhitungkan (prospek) pemangkasan suku bunga (Fed) sebagai imbas dari konflik perdagangan yang diperkirakan bisa lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya, walaupun Fed belum membahas topik ini sama sekali. Pemerintahan Trump diperkirakan akan kian menekan Fed (untuk melonggarkan kebijakan moneter). (Akan tetapi) investor telah mempertimbangkan skenario pemangkasan suku bunga meski (seandainya) Fed tak tunduk pada (tekanan Trump).”

Di tengah situasi ini, Yen jadi sasaran aksi beli karena fungsinya sebagai aset safe haven. Namun, kabar ekonomi dalam negeri Jepang kurang memuaskan. Inflasi nasional Jepang dilaporkan meningkat 0.9 persen (Year-on-Year) sesuai ekspektasi pada bulan April, masih jauh dari target 2 persen yang diharapkan oleh bank sentralnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply