USD/JPY Lanjut Reli Pasca Wicara Haruhiko Kuroda

Bonus Welcome Deposit FBS

Pimpinan bank sentral Jepang (Bank of Japan), Haruhiko Kuroda, kembali menegaskan komitmen untuk terus menjalankan kebijakan moneter longgar pada wawancara hari Selasa ini (25/September). Akibatnya, Yen terpukul terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya.

Pasangan USD/JPY melanjutkan reli dan berhasil mencatat kenaikan lebih dari 0.10 persen ke kisaran 112.88 dalam perdagangan intraday hingga akhir sesi Eropa. EUR/JPY meningkat 0.17 persen ke 132.73, meskipun pimpinan bank sentral Eropa kemarin juga menyatakan takkan merubah kebijakan moneter dalam waktu dekat. GBP/JPY justru melesat 0.31 persen ke 148.37, dengan dukungan tambahan dari optimisme akan tercapainya kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

USDJPY Lanjut Reli Pasca Wicara Haruhiko Kuroda

Dalam wawancaranya dengan koran Yomiuri Shimbun, Haruhiko Kuroda menyatakan bahwa Bank of Japan takkan menaikkan suku bunga untuk waktu yang lama, bahkan meski bank sentral di Amerika Serikat dan Eropa telah mengetatkan kebijakan moneter mereka. Ia menepis spekulasi bahwa bank sentral tengah berencana untuk membuat penyesuaian terhadap kebijakan moneter super longgar-nya saat ini yang ditujukan untuk menjaga suku bunga di kisaran -0.1 hingga 0 persen.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 28/06/2019 - JUNI, DANA ASING Rp154 TRILIUN SERBU RI

Setelah rapat kebijakan BoJ terakhir di bulan Juli, otoritas moneter Jepang tersebut mengungkapkan, “akan mempertahankan level suku bunga jangka pendek dan jangka panjang yang amat rendah untuk periode lebih lama.”

Menurut Kuroda, “periode lebih lama” di sini artinya “sangat lama”, walaupun ia menolak mendeskripsikan apakah periode waktu yang dimaksud itu tiga tahun atau lima tahun. “Ini merupakan sebuah komitmen bahwa kami akan terus mempertahankan level (suku bunga) sangat rendah ini selama masih ada ketidakpastian,” jelasnya.

Arah kebijakan bank sentral Jepang tersebut bertolak belakang dengan bank sentral negara-negara maju lainnya. Bank sentral Eropa memang takkan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, tetapi diperkirakan akan mulai memangkas stimulus moneter mereka. Federal Reserve bahkan diekspektasikan akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini; pada hari Kamis depan dan pada bulan Desember mendatang.

Haruhiko Kuroda berdalih bahwa dengan berlanjutnya kebijakan moneter longgar maka secara alamiah akan mengantarkan pada pencapaian target inflasi 2 persen, meskipun mungkin lebih lama dibandingkan perkiraan awal.

Baca Juga:   Bank Sentral China Menyuntikkan Dana, Pemotongan RRR Tahap Kedua Mulai Berlaku

Besarnya prospek suku bunga rendah di Jepang akan terus mendepresiasi nilai tukar Yen. Namun demikian, dalam beberapa waktu belakangan, mata uang ini kerap berbalik menguat tipis dikarenakan sentimen anti-risiko dan upaya pelaku pasar untuk berlindung pada aset-aset Safe Haven. Beberapa insiden yang diketahui telah memicu peralihan dana-dana pasar finansial ke Yen diantaranya krisis Turki serta eskalasi konflik dagang antara AS dan Tiongkok.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply