USD/JPY Lesu Meski Hubungan AS-China Membaik

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY yang biasa dianggap sebagai indikator risiko pasar, diperdagangkan melemah dalam area sempit sekitar 107.98 hari ini (13/9), walaupun relasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China mulai menghangat. AS dan China berlomba-lomba memamerkan itikad baik masing-masing, sehingga sepintas meningkatkan harapan akan tercapainya kesepakatan dalam negosiasi dagang bulan depan. Namun, pelaku pasar menilai risiko perang dagang masih cukup besar.

USDJPY Lesu Seiring Membaiknya Hubungan AS-China

Kementrian Perdagangan China kemarin telah mengumumkan pengecualian sekitar selusin produk asal AS dari daftar barang kena tarif impor hingga setahun ke depan. Pengumuman itu disambut baik oleh Presiden AS Donald Trump dengan menunda pemberlakukan tarif impor berikutnya untuk produk asal China selama dua pekan.

Hari ini, Kementrian Perdagangan China kembali merilis pengumuman positif. Beijing memutuskan untuk mengeluarkan sejumlah produk pertanian AS, seperti kedelai dan daging babi, dari daftar barang kena tarif impor 25 persen yang telah berlaku sejak tahun lalu.

Langkah tersebut disinyalir karena China menghadapi kelangkaan daging babi selama masa liburan. Keputusan itu juga positif bagi Trump menjelang pemilu presiden AS tahun depan, karena sejumlah negara pendukung utama Trump berbasis agrikultur. Kepentingan-kepentingan ini membuat pelaku pasar meragukan latar belakang dan implikasi konsesi kedua pihak.

Baca Juga:   Dolar Stabil Tapi Berjuang Untuk Membuat Kemajuan

“Kita bisa menyaksikan adanya kemungkinan kesepakatan mini, dikarenakan masalah daging babi China dan isu pemilu 2020 dalam skala lebih kecil,” kata Michael Every dari Rabobank Hong Kong, sebagaimana dikutip oleh Bloomberg, “Apakah ini artinya kita mendapatkan ‘kesepakatan yang sesungguhnya’? Mari katakan saja bahwa kemungkinannya masih sangat rendah.”

“Terlepas dari arus berita positif baru-baru ini, kedua pihak nampaknya masih sangat jauh terpisah dalam sejumlah poin penting -terutama mengenai kekayaan intelektual yang hampir tak mungkin bagi China untuk membuat konsesi besar,” kata Fransesco Pesole dari ING, sebagaimana dilansir oleh Reuters. Ia menambahkan, “Apalagi Presiden Trump nampaknya tak ingin buru-buru mengurangi tekanan terhadap China dan ia bisa jadi tak membuat langkah tegas untuk mencapai kesepakatan dagang sebelum perlambatan ekonomi menjadi nyata.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply