USD/JPY Rebound Berkat Komentar Larry Kudlow

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY melesat hampir 0.3 persen ke level 108.77 pada sesi Eropa hari ini (15/11), sehubungan dengan peningkatan kembali optimisme pasar terkait isu kesepakatan dagang AS-China. Aset-aset berisiko seperti Dolar Australia dan Dolar New Zealand juga ikut terdongkrak oleh optimisme yang sama. Para analis memiliki pandangan yang lebih pesimis, tetapi reli Greenback juga didukung oleh data penjualan ritel AS yang cemerlang.

USDJPY Rebound Berkat Komentar Larry Kudlow

Dini hari tadi, Penasehat Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan di hadapan wartawan bahwa kesepakatan dagang AS-China sudah di depan mata, meskipun rancangan belum matang sepenuhnya. Ia menjelaskan bahwa para negosiator AS dan Beijing berkomunikasi setiap hari demi memfinalisasi kesepakatan tersebut. Seorang pejabat Kementrian Agrikultur AS mengamini hal itu, sekaligus menambahkan bahwa negosiator utama dari kedua belah pihak akan melakukan pembicaraan via telepon besok untuk mematangkan sejumlah poin-poin krusial.

Nilai tukar USD/JPY menanjak seusai beredarnya pernyataan Kudlow di media massa, karena membubungnya lagi harapan akan dicapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dagang yang telah menjadi biang perlambatan ekonomi global. Akan tetapi, gambaran sesungguhnya masih suram.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 08/04/2019 - PEMILIK F1 DEKATI KESEPAKATAN PENYELENGGARAAN GP INGGRIS

Kudlow tidak menyebutkan apapun tentang rencana pembatalan tarif impor yang sempat menjadi isu panas dan dibantah oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu. Padahal, pejabat Kementrian Perdagangan China justru kembali menyatakan kepada media bahwa Beijing menganggap pembatalan sejumlah tarif impor yang diterapkan AS merupakan bagian signifikan dalam kesepakatan dagang. Situasi ini melahirkan ketidakpastian yang belum diketahui kapan akan berakhir.

“Hingga kita mendapatkan kata-kata (sepakat) dari Donald Trump, tak ada yang benar-benar bersedia memperkirakan (kesepakatan akan tercapai),” kata Jason Wong, pakar strategi pasar senior dari Bank of New Zealand.

Memasuki sesi New York, Greenback semakin diperkuat oleh rilis data penjualan ritel. Laporan menunjukkan pertumbuhan penjualan ritel meningkat 0.3 persen (Month-over-Month) selama bulan Oktober, padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan naik 0.2 persen. Laju penjualan ritel tahunan melambat dari 4.07 persen menjadi 3.10 persen, tetapi ada optimisme akan meningkatnya skor ini pada musim belanja Natal bulan ini dan bulan depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply