USD/JPY Terkoreksi Meski BoJ Tak Merubah Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Yen menguat dalam kisaran terbatas seusai rilis pernyataan kebijakan terbaru dari bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa, pasangan USD/JPY telah menurun lebih dari 0.3 persen dan menorehkan level terendah harian pada 111.74. BoJ berikrar akan mempertahankan suku bunga setidaknya hingga musim semi tahun 2020, tetapi tidak menyampaikan kejutan baru yang menyimpang dari ekspektasi pasar sebelumnya.

USD/JPY Terkoreksi Meski BoJ Tak Merubah Suku Bunga

Menurut Bank of Japan, kebijakan moneter longgar masih dibutuhkan untuk menopang kondisi ekonomi saat ini. Oleh karenanya, mereka memutuskan untuk membiarkan suku bunga acuan tetap -0.1 persen dan target yield obligasi 10-tahunan pada level 0 persen. Lebih lanjut, mereka justru memperkirakan kalau tekanan ekonomi akan meningkat, sehingga forecast pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) tahun 2019 dipangkas dari 0.9 persen menjadi 0.8 persen saja.

Ekspektasi inflasi pun direvisi turun untuk kesekian kalinya. Kali ini, mereka memperkirakan inflasi konsumen inti akan mencapai 1.4 persen pada akhir tahun fiskal 2020/2021, padahal sebelumnya sempat mematok forecast 1.5 persen. Faktor-faktor tersebut mendorong BoJ untuk terus mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar.

Baca Juga:   Fed Mengubah Kebijakan Menaikkan Suku Bunga Ketika Pengangguran Turun

“Reaksi pasar (terhadap pernyataan kebijakan BoJ) nyaris tak nampak,” kata Yukio Ishizuki, seorang pakar strategi senior Daiwa Securities, kepada Reuters. Lanjutnya, “Sangat sedikit orang yang percaya kalau Bank of Japan akan menaikkan suku bunga. (Tidak adanya reaksi) ini tak berhubungan dengan (keinginan BoJ untuk mempertahankan suku bunga hingga) tahun 2020.”

Sementara itu, analis juga mencatat bahwa meski BoJ menghindari perubahan kebijakan secara blak-blakan, tetapi mereka melakukan penyesuaian kecil dari waktu ke waktu. Diantaranya, minggu lalu, BoJ mengurangi target pembelian aset bulanannya dari JPY180 miliar menjadi JPY160 miliar. Reduksi skala pelonggaran moneter semacam ini memang kurang mencolok, tetapi bisa menanggulangi potensi dampak buruk instabilitas keuangan yang mungkin timbul akibat kebijakan moneter longgar yang diterapkan dalam kurun waktu lama, tanpa perlu mengutak-atik suku bunga.

Di sisi lain, prospek suku bunga rendah sebenarnya menempatkan Yen dalam posisi lebih lemah ketimbang Dolar AS. Oleh karenanya, koreksi USD/JPY kali ini diperkirakan hanya akan berlangsung sementara saja.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply