USD/JPY Terperosok Lagi Akibat Eskalasi Konflik AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang USD/JPY tumbang lagi sekitar 0.3 persen ke kisaran 109.65 pada pertengahan sesi Eropa hari ini (13/5). Kekhawatiran pelaku pasar meningkat seiring dengan memanasnya konflik dagang antara Amerika Serikat dan China, sehingga memicu peningkatan minat atas aset-aset Safe Haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Gold. Sebaliknya, masalah ini mengakibatkan kejatuhan Yuan China dan stagnasi pada indeks Dolar AS (DXY).

USDJPY Terperosok Lagi Akibat Eskalasi Konflik AS-China

Dalam perundingan akhir pekan lalu, perundingan perdagangan antara AS dan China berakhir buntu. Washington menuntut janji dari China agar merubah undang-undangnya secara konkrit. Namun, Beijing menolaknya karena dianggap dapat merugikan kepentingan China. Sementara itu, kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen mulai dikenakan oleh AS atas USD200 Miliar produk asal China pada hari Jumat malam.

“Konflik antara Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan telah meningkat intensitasnya; hari ini Yen mendapati kenaikan, sedangkan Yuan China dan Dolar Australia mundur sebagai hasilnya,” ujar Masafumi Yamamoto, pakar strategi forex dari Mizuho Securities.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EUR / USD : 11 - 15 Agustus 2014

Ia menambahkan, “Namun, reaksi mata uang secara keseluruhan terbatas, (karena) adanya faktor-faktor yang mendukung harapan bagi kesepakatan pada akhirnya kelak, misalnya kemungkinan pertemuan presiden kedua negara pada ajang G20.”

Penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, mengatakan kepada media bahwa Donald Trump dan Xi Jinping kemungkinan berjumpa dalam ajang tersebut di Jepang pada akhir bulan Juni mendatang. Sebelum ada kejelasan mengenai rencana pertemuan bilateral tersebut, agaknya pelaku pasar merasa perlu untuk meningkatkan koleksi aset-aset Safe Haven-nya. Namun, sejumlah analis menilai kalau peluang pelemahan Dolar AS lebih lanjut versus Yen itu terbatas saja.

“Kisaran (pergerakan harga) Dolar/Yen jelas telah bergeser turun. Namun, sulit bagi Dolar untuk jatuh kembali ke level terendah yang disentuhnya versus Yen pada awal tahun, dikarenakan betapa kokohnya data ekonomi AS belakangan ini,” ujar Koji Fukaya dari FPG Securities Tokyo. Lanjutnya, “Ini akan menjadi masalah mengidentifikasi bagaimana konflik perdagangan memengaruhi kondisi perekonomian (negara-negara yang terlibat) lebih jauh, misalnya di Amerika Serikat.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply